LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA
  2. ITALIA

Bang Jay Pantang Menyerah, Yakin Bisa Bawa Venezia dari Jurang Degradasi Serie A

Jay Idzes tetap berjuang untuk menyelamatkan Venezia dari risiko degradasi di musim ini.

Senin, 28 Apr 2025 16:33:00
serie a
Venezia FC - Ilustrasi Jay Idzes (Bola.com/Adreanus Titus) (© 2025 Bola.com)
Advertisement

Jay Idzes, yang merupakan kapten sekaligus pemain belakang Venezia, tetap merasa optimis dapat menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi menjelang akhir musim ini. Venezia baru saja mengalami kekalahan dari AC Milan dalam pertandingan Serie A 2024/2025. Kekalahan ini membuat posisi I Lagunari semakin dekat dengan jurang degradasi.

Sebagai tuan rumah, Venezia harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 0-2 dari AC Milan pada giornata ke-34 Serie A yang berlangsung di Pierluigi Penzo, Venezia, pada malam Minggu (27/4/2025) WIB. AC Milan membuka skor melalui Christian Pulisic yang mencetak gol pada menit kelima setelah mendapatkan assist dari Youssouf Fofana.

Meskipun Venezia sempat menyamakan kedudukan lewat John Yeboah di menit ke-34, gol tersebut tidak disahkan oleh wasit Gianluca Manganiello karena terjebak offside. Gol kedua untuk AC Milan dicetak oleh Santiago Gimenez pada menit 90'+6.

Penampilan Jay lawan AC Milan

Venezia FC - Ilustrasi Jay Idzes (Bola.com/Adreanus Titus) © 2025 Bola.com

Kekalahan yang dialami oleh AC Milan semalam menandai kekalahan ke-17 bagi tim ini sepanjang musim. Di bawah arahan Eusebio Di Francesco, Venezia terjebak di posisi ke-18 dengan total nilai 25. Untuk memastikan kelangsungan mereka di Serie A musim depan, Venezia harus berusaha keras untuk menyalip Lecce yang berada tepat di atas mereka dengan selisih satu poin.

Advertisement

Tim ini membutuhkan usaha tambahan dan berharap klub-klub di atasnya mengalami kesulitan dalam empat pertandingan tersisa di Serie A 2024/2025. Jay Idzes dan rekan-rekannya masih akan menghadapi Torino, Fiorentina, Cagliari, dan Juventus pada laga-laga akhir.

Dalam pertandingan melawan AC Milan semalam, Jay Idzes kembali berperan sebagai starter dan kapten tim. Pemain berusia 24 tahun ini memperoleh rating 6,5 dari Fotmob setelah tampil selama 90 menit. Selama pertandingan, Jay Idzes mencatatkan akurasi umpan sebesar 88 persen, menciptakan satu peluang, melakukan satu blok tendangan, satu tekel yang berhasil, serta tiga intersep. Selain itu, ia juga berhasil melakukan tujuh recoveries dan memenangkan tiga duel. Semua statistik ini menunjukkan kontribusi signifikan dari Jay Idzes untuk timnya dalam upaya mereka untuk bertahan di liga.

Advertisement

Tidak akan mundur

Venezia FC - Ilustrasi Jay Idzes (Bola.com/Adreanus Titus) © 2025 Bola.com

Jay Idzes telah mencatatkan 33 penampilan untuk Venezia di Serie A dan Coppa Italia pada musim 2024/2025. Dalam periode tersebut, ia berhasil mencetak dua gol dan menerima empat kartu kuning. "4 pertandingan tersisa di mana semuanya masih mungkin," tulis Jay Idzes di akun Instagramnya pada Senin (28/4/2025) siang. Ia menekankan pentingnya untuk terus berjuang, "Mari kita terus berjuang bersama, sampai akhir," tegasnya.

Merasa dirugikan oleh keputusan wasit

Sementara itu, pelatih Venezia, Eusebio Di Francesco, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan kemarahan setelah timnya kalah dua gol tanpa balas dari Rossoneri. Ia mengkritik kinerja wasit Gianluca Manganiello yang memimpin pertandingan tersebut. "Hasil yang sama sekali tidak pantas, kami hanya bisa menyalahkan diri sendiri atas gol pertama, di mana kami bermain dangkal, dan kemudian tim berkembang. Kami mencetak gol tingkat tinggi, sayang sekali offside beberapa sentimeter itu," ujarnya yang dikutip dari Tutto Mercato.

Advertisement

Di Francesco juga menyatakan penyesalan karena penalti yang seharusnya diberikan tidak terjadi. "Saya tidak pernah berbicara tentang wasit, tetapi hasilnya terlalu penting bagi kami sekarang. Ada begitu banyak kedangkalan dan dia bahkan tidak meninjaunya. Terkadang saya juga kehilangan kesabaran. Jika dia berada di lini tengah, dia akan langsung meniup peluit," tegas mantan gelandang AS Roma itu. "Sungguh memalukan. Saya bermain sepak bola tidak seperti mereka yang menjadi wasit dan tidak mengenali situasi di lapangan. Tim saya mencoba bermain sepak bola sepanjang pertandingan, kami tidak pantas mendapatkan hasil ini karena kami terus percaya bisa bertahan," tutup Di Francesco.

Kompetisi di Serie A sangat ketat

Berita Terbaru
  • MedcoEnergi Bakal Perpanjang Operasional di Oman Hingga 2040
  • 7 Potret Ruang TV Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Jadi Tempat Favorit Kumpul Keluarga
  • Jurnalis Republika Diculik Tentara Israel saat Ikut Misi Kemanusiaan
  • FOTO: Muhadjir Effendy Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Kuota Haji
  • Sidang Kasus Korupsi Sertifikasi K3, Noel Sebut Tuntutan Jaksa KPK Tak Sesuai Fakta Persidangan
  • berita update
  • jay idzes
  • konten ai
  • merdekabola
  • serie a
  • venezia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Eko Prasetya
V
Reporter Vincentius Atmaja, Benediktus Gerendo Pradigdo
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.