9 Catatan Menarik Laga Tottenham Vs MU: Spurs Hanya Melesakan 3 Tembakan dan 27,7 Persen Penguasaan Bola
Tottenham berhasil meraih kemenangan dengan menjadi juara Liga Europa 2024/2025. Berikut adalah beberapa catatan menarik dari pertandingan tersebut.
Tottenham berhasil meraih prestasi gemilang dengan menjuarai Liga Europa 2024/2025. Berikut adalah beberapa catatan menarik terkait pertandingan tersebut. Di final yang berlangsung di San Mames, Bilbao, pada Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, Tottenham mengalahkan rival sesama tim Premier League, Manchester United, dengan skor tipis 1-0. Gol penentu kemenangan bagi Spurs dicetak oleh Brennan Johnson menjelang akhir babak pertama.
Pertandingan yang dikenal dengan sebutan All-English Final ini berjalan dengan sangat ketat hingga peluit akhir dibunyikan. Di babak kedua, Manchester United berusaha meningkatkan tekanan, namun pertahanan Tottenham menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Mereka berhasil menahan semua upaya kebangkitan yang dilakukan oleh Setan Merah. Bagi Tottenham, kemenangan ini menjadi momen bersejarah karena mengakhiri penantian gelar sejak tahun 2008. Ini juga merupakan trofi Eropa pertama mereka dalam 40 tahun terakhir.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Manchester United. Meskipun mereka menunjukkan performa impresif sejak fase grup, perjalanan mereka harus terhenti dengan kekecewaan di partai final. Sejumlah catatan menarik tercipta setelah pertandingan antara Tottenham dan Manchester United. Berikut adalah rincian lebih lanjut mengenai momen-momen penting yang terjadi dalam laga tersebut.
Catatan Menarik Laga Tottenham Vs MU
1.Tottenham Hotspur berhasil meraih trofi Liga Europa untuk musim 2024/2025. Gelar ini menjadi yang ketiga bagi mereka dalam kompetisi ini, setelah sebelumnya meraih kemenangan pada tahun 1972 dan 1984. Hanya Sevilla yang lebih unggul dalam jumlah kemenangan, dengan total tujuh gelar.
2.Pelatih Ange Postecoglou kembali mencatatkan prestasi yang mengesankan. Ia selalu berhasil membawa timnya meraih trofi pada musim kedua di setiap klub yang dilatihnya, termasuk South Melbourne, Brisbane Roar, Yokohama F. Marinos, Celtic, dan kini Tottenham.
3.Sementara itu, Manchester United mengalami kekalahan di empat dari lima final Eropa terakhir yang mereka jalani. Meskipun mereka pernah meraih kemenangan di empat final pertama antara tahun 1968 hingga 2008, namun mereka harus menerima kekalahan di final yang diadakan pada tahun 2009, 2011, 2021, dan 2025.
Catatan Menarik Laga Tottenham Vs MU
4.Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan Manchester United sebanyak empat kali dalam satu musim ini, yang terdiri dari dua pertandingan di Liga, satu di Piala Liga, dan satu di Liga Eropa. Dengan pencapaian ini, Spurs menjadi tim kedua yang mampu melakukannya dalam satu musim, mengikuti jejak Everton pada tahun 1985/1986.
5.Meskipun meraih kemenangan, Spurs hanya mencatatkan tiga tembakan, dengan penguasaan bola sebesar 27,7% dan 115 umpan sukses. Angka-angka tersebut merupakan yang terendah dalam sejarah final kompetisi Eropa utama, berdasarkan catatan Opta sejak musim 2009/2010.
6.Di sisi lain, Manchester United mengalami kekalahan ke-20 mereka di semua kompetisi musim ini. Ini menjadi jumlah kekalahan terbanyak yang mereka alami sejak musim 1973/1974, di mana mereka terdegradasi dari liga utama.
Catatan Menarik Laga Tottenham Vs MU
7.Brennan Johnson mencetak gol di final Liga Europa, menjadikannya sebagai pemain kedua asal Wales yang berhasil melakukannya setelah Simon Davies yang mencetak gol untuk Fulham pada tahun 2010. Dengan total lima gol yang dicetak musim ini, Johnson menyamai rekor yang ditorehkan oleh Craig Bellamy pada musim 2003-2004.
8.Musim ini, Manchester United telah kebobolan lebih dulu sebanyak 31 kali, menjadikannya sebagai tim dengan jumlah kebobolan awal terbanyak di antara semua tim Premier League di berbagai kompetisi. Hal ini menunjukkan tantangan defensif yang dihadapi oleh tim sepanjang musim ini.
9.Leny Yoro, yang berusia 19 tahun dan 189 hari, menjadi starter termuda kedua untuk Manchester United di final Eropa. Pemain termuda yang pernah mencatatkan rekor ini adalah Brian Kidd, yang memulai pertandingan pada final European Cup 1968 saat usianya baru menginjak 19 tahun.
Sumber: Opta