3 Nama di Timnas Indonesia yang Terancam Posisinya oleh Dean James, Siapa Saja?
Jumlah pemain di posisi bek sayap kiri Timnas Indonesia semakin bertambah. Skuad Garuda akan segera kedatangan Dean James.
Posisi bek sayap kiri Timnas Indonesia semakin ramai dengan kedatangan pemain baru. Dalam waktu dekat, skuad Garuda akan menyambut Dean James, seorang bek dari klub Go Ahead Eagles yang berlaga di Liga Belanda. Saat ini, James sedang menjalani proses naturalisasi agar dapat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bersama dua pemain lainnya, yaitu Emil Audero yang bermain untuk Palermo di Liga Italia dan Joel Pelupessy dari Lommel SK di Liga Belgia. Menarik untuk dicatat bahwa James adalah pemain kunci di Go Ahead Eagles, yang saat ini berada di peringkat ketujuh Eredivisie.
Dalam 19 pertandingan yang telah dilakoninya, James mencatatkan 1 gol, 2 assists, dan menerima 2 kartu kuning. Dengan performa yang cukup baik, ia memiliki kesempatan untuk melakukan debut bersama Timnas Indonesia pada Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret 2025 di Stadion Sepak Bola Sydney. Kehadiran James di tim diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan berpotensi menggeser posisi bek sayap kiri yang telah lebih dulu menjadi langganan Timnas Indonesia, terutama tiga pemain yang saat ini menduduki posisi tersebut.
Arhan Pratama
Persaingan untuk posisi bek sayap kiri utama di Timnas Indonesia tampaknya akan menjadi pertarungan antara Calvin Verdonk dan James. Dengan situasi ini, posisi Pratama Arhan di Skuad Garuda menjadi kurang stabil.
Meskipun demikian, Arhan belakangan ini menunjukkan performa yang mengesankan saat bermain untuk True Bangkok United di Liga Thailand. Selain itu, ia memiliki keahlian dalam melakukan lemparan ke dalam yang dapat dimanfaatkan oleh Timnas Indonesia dalam pertandingan mendatang.
Nathan Tjoe-A-On
Nathan Tjoe-A-On memiliki posisi asli sebagai bek sayap kiri. Meskipun begitu, saat dilatih oleh Shin Tae-yong, ia lebih sering ditempatkan sebagai gelandang tengah. Kini, Nathan menghadapi kemungkinan tidak dipanggil oleh pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Hal ini disebabkan oleh minimnya kesempatan bermainnya di Swansea City pada musim ini, di mana ia hampir tidak pernah tampil di lapangan.
Di samping itu, persaingan dengan pemain lain, seperti James, semakin memperkecil kemungkinan Nathan untuk mendapatkan tempat di tim. Dengan situasi yang tidak menguntungkan ini, masa depannya di Timnas Indonesia menjadi tanda tanya. Jika keadaan ini berlanjut, Nathan perlu mencari cara untuk meningkatkan performanya agar dapat kembali mendapatkan kepercayaan pelatih dan berkontribusi untuk tim.
Shayne Pattynama
Shayne Pattynama adalah bek sayap kiri yang menjadi pemain naturalisasi pertama untuk Timnas Indonesia. Meskipun demikian, posisinya kini mulai terancam karena semakin banyaknya kompetitor yang bersaing di posisi yang sama. Selain itu, Pattynama saat ini bermain di liga kedua Belgia bersama KAS Eupen, yang tentunya mempengaruhi peluangnya untuk tampil lebih sering. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun ini berperan sebagai pelapis bagi Verdonk di Timnas Indonesia.
(Fitri Apriani/Bola.net)