Warisan Mode Giorgio Armani, Jaket Ikonis yang Dikenakan Arnold Schwarzenegger
Meski sang maestro telah tiada, warisan karyanya tetap hidup dan akan terus dikenang.
Dunia mode kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruhnya. Giorgio Armani, desainer legendaris dan pendiri rumah mode ternama Giorgio Armani, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Armani Group pada Kamis, 4 September 2025.
Meski sang maestro telah tiada, warisan karyanya tetap hidup dan akan terus dikenang. Salah satu karya ikoniknya adalah jaket tanpa struktur yang telah menjadi simbol elegansi dan kesederhanaan dalam dunia fesyen, khususnya di kalangan selebritas Hollywood.
Salah satu nama besar yang dikenal pernah mengenakan jaket rancangan Armani adalah aktor dan mantan Gubernur California, Arnold Schwarzenegger.
Selain itu, busana rancangan Armani juga dikenakan oleh sejumlah bintang lainnya seperti Richard Gere, Sean Connery, Jodie Foster, Tina Turner, dan Sophia Loren.
Jaket rancangan Armani mulai menarik perhatian dunia ketika dikenakan oleh Richard Gere dalam film American Gigolo (1980). Setelan tersebut memperkenalkan siluet baru dalam busana pria: ringan, bebas bantalan, namun tetap berkelas. Gaya ini kemudian menjadi ciri khas label Giorgio Armani yang dikenal dengan kesan minimalis namun elegan.
Armani mulai merancang jaket tersebut saat bekerja untuk desainer Nino Cerruti pada tahun 1964. Ia kemudian menyempurnakan konsep ini setelah mendirikan rumah mode Giorgio Armani bersama Sergio Galeotti pada tahun 1975. Inovasi tersebut menjadikannya salah satu pionir perubahan besar dalam dunia fesyen pria dan wanita.
Hingga akhir hayatnya, Armani tetap memegang kendali penuh atas merek yang ia bangun. Bahkan dalam kondisi kesehatan yang menurun, ia tetap mengawasi langsung tiga pertunjukan busana yang digelar pada Juni dan Juli 2025 dari jarak jauh melalui video.
“Dari pemasangan hingga urutan dan tata rias, semua dilakukan di bawah arahan saya,” ujar Armani dalam wawancara dengan Financial Times pada Agustus 2025, seperti dikutip pada Kamis, 4 September 2025.
Armani juga dikenal sebagai salah satu dari sedikit desainer besar yang masih memegang kepemilikan penuh atas perusahaannya. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. “Kelemahan terbesarku adalah saya mengendalikan segalanya,” ungkapnya dalam wawancara yang sama.
Sebelum wafat, Armani tengah mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-50 mereknya, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2025 di Milan Fashion Week. Salah satu agendanya adalah pameran retrospektif di Pinacoteca di Brera, sebuah museum bergengsi di Italia yang untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan pameran mode.
Dalam perjalanannya, Armani juga sempat menyampaikan penyesalan pribadi yang mendalam.
“Satu-satunya penyesalan saya adalah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bekerja dan tidak cukup waktu dengan teman dan keluarga,” katanya.
Giorgio Armani lahir pada tahun 1934 di Piacenza, Italia Utara. Ia sempat menempuh pendidikan kedokteran dan menjalani wajib militer sebelum akhirnya beralih ke dunia fesyen.
Kariernya dimulai sebagai penata etalase di La Rinascente, sebuah department store terkenal di Milan, pada tahun 1957. Dari sana, ia menapaki jalan panjang menuju panggung mode dunia.
Kini, meski Giorgio Armani telah berpulang, karya dan pengaruhnya tetap abadi dalam sejarah mode global. Jaket-jaketnya tidak hanya menjadi busana, tetapi juga bagian dari identitas budaya populer yang melekat kuat dalam ingatan publik.