Tasya DA7 Sebut D’Academy Bukan Sekadar Ajang Kompetisi, tapi Sekolah Kehidupan
Tasya DA7 juga menunjukkan respons terhadap penampilan peserta audisi D'Academy Indosiar di musim kedelapan.
Ajang pencarian bakat Dangdut Academy 8 atau DA8 kembali menarik perhatian luar biasa dari para talenta muda di seluruh Tanah Air. Tasya, salah satu alumni dari musim ketujuh, hadir langsung di Studio Indosiar untuk menyaksikan antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti audisi.
Sebagai mantan peserta, Tasya merasa terharu melihat begitu banyaknya peserta yang memiliki keinginan kuat untuk mengubah nasib mereka melalui jalur musik dangdut. Ia berharap kehadiran musim terbaru ini dapat kembali menduduki puncak klasemen tayangan televisi di Indonesia.
"Masya Allah, kaget juga ini karena pertama kali Tasya menemani para peserta. Sebagai anak DA 7, alumni DA begitu, melihat antusias para masyarakat Indonesia juga untuk mengikuti DA 8 ini, sangat senang dan bangga, turut bahagia juga," ujar Tasya DA7 di Studio Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (10/5/2026).
Tasya juga menambahkan, "Alhamdulillah banyak sekali yang minat dengan DA 8 ini. Semoga bisa menjadi rating satu lagi ya, amin ya rabbal alamin. Pokoknya semangat terus buat yang lagi berjuang di DA 8." Bagi Tasya, standar peserta pada musim ini terbilang sangat tinggi karena karakter vokal yang ditampilkan sangat beragam dan unik. Ia menilai para juri akan mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karena banyak peserta yang memiliki kemampuan tambahan selain bernyanyi.
"Jujur banyak banget yang bagus ya. Aku tuh melihatnya kayak, kalau aku yang jadi juri bingung sih jujur. Karena sebagus itu suaranya dan unik-unik karakter vokalnya. Pastinya di sini dicari yang memiliki bakat-bakat seperti kayak dance, main alat musik itu juga bisa menambah nilai poin juga ya pastinya. Pokoknya kalian harus tampil yang terbaik lah di sini," tuturnya.
Tasya menegaskan pentingnya memiliki mental yang kuat
Selain memiliki keterampilan teknis, Tasya menekankan bahwa ketahanan mental adalah faktor penting yang menentukan kemampuan seseorang untuk bertahan dalam kompetisi yang sangat ketat ini. Ia percaya bahwa peserta yang tidak cukup kuat secara mental tidak akan mampu menghadapi tekanan besar yang ada di panggung Indosiar.
"Tantangannya yang paling pertama diuji mental. Mental itu tantangan paling utama di sini ya. Karena kalau orang tua aku sebutnya 'mental tempe'. Kalau mental tempe udah, bakal lewat di sini mah. Harus mental baja pokoknya," katanya.
Kunjungan Tasya bertujuan untuk memantau langsung proses audisi dan melihat lebih dekat kualitas calon peserta musim ini.
Dia sangat antusias untuk menyaksikan penampilan mereka melalui fasilitas yang telah disediakan oleh pihak kru produksi. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih benar-benar memiliki kualitas yang mumpuni dan siap untuk bersaing di level yang lebih tinggi. Dengan semangat yang tinggi, Tasya berharap dapat menemukan bakat-bakat baru yang akan bersinar di panggung Indosiar.
Tasya memperoleh banyak pelajaran berharga dari D'Academy Indosiar
Tasya menganggap Dangdut Academy bukan hanya sekadar ajang untuk menunjukkan bakat, tetapi juga sebagai tempat yang sangat berharga untuk belajar. Menurutnya, banyak ilmu yang bisa diperoleh oleh peserta yang mungkin tidak akan didapatkan di sekolah formal.
"Ajang DA ini pencarian bakat sekaligus sekolah ya untuk anak-anak Indonesia. Karena di sini tuh kita dapat semua pelajaran yang kita nggak dapatin di sekolah. Mulai dari pengalaman dan lain-lain, pokoknya kita belajar secara langsung gitu di alamnya, di lapangan ceritanya," jelasnya.
Pengalaman mengikuti kompetisi ini, menurut Tasya, telah membantu membentuk karakter dan kepribadiannya menjadi lebih dewasa dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mengakui bahwa banyak strategi hidup yang ia pelajari selama menjadi peserta.
"Kalau aku banyak banget pastinya ya. Pengalaman, terus habis itu pelajaran-pelajaran hidup, cara kita menangani suatu masalah di sini. Jadi kita tuh di sini bisa membuat strategi sendiri gitu untuk diri kita sendiri," kenangnya.
Semangat
Tasya mengingatkan kepada semua peserta untuk tetap berpegang pada prinsip dan tidak mudah terpengaruh oleh ejekan dari orang-orang di sekitar mereka. Ia percaya bahwa dengan niat yang tulus serta doa dari orang tua, pencapaian kesuksesan akan lebih mudah dicapai.
"Iya pokoknya buat kalian semua semangat terus. Jangan dengerin kata orang lain. Kalau orang bilang 'ngapain sih ikut yang gini-gini', udah nggak usah dengerin. Pilih apa yang kalian mau selagi itu baik, udah lakuin aja. Yang penting itu rida dari orang tua, minta rida dari ucap tua dulu. InsyaAllah pasti jalannya bakal lancar," tutup Tasya DA7.