Soimah Terharu Dapat Kejutan Ulang Tahun di Indosiar, 11 Tahun yang Tak Terlupakan
Soimah merasa sangat terharu saat menerima kejutan ulang tahun yang disiapkan oleh Indosiar.
Panggung D'Academy 7 menjadi tempat yang penuh emosi ketika Soimah merayakan ulang tahun ke-45-nya.
Kejutan yang diberikan oleh Indosiar ini merupakan hadiah spesial untuk Soimah yang berperan sebagai juri di D'Academy 7.
Seniman multitalenta ini tampak terkejut saat semua orang merayakan hari istimewanya malam itu.
Suasana semakin haru ketika Soimah mengenang mendiang ibunya. Kehadiran Soimah, yang akrab dipanggil Mae, di Indosiar selama 11 tahun atau lebih dari satu dekade, menjadikan panggung ini lebih dari sekadar tempat bekerja, melainkan juga sebagai rumah kedua baginya.
Selain mendapatkan kejutan, Soimah juga menerima banyak ucapan selamat serta doa yang tulus dari rekan-rekannya.
Mereka menganggap Mae sebagai sosok panutan dan mentor yang inspiratif. Momen ini tidak hanya menggambarkan rasa syukur Soimah terhadap perjalanan kariernya, tetapi juga menunjukkan betapa besar cinta dan penghormatan yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya.
Perayaan ini menegaskan bahwa Soimah adalah sosok yang sangat dihargai dalam dunia hiburan, dan kehadirannya di panggung D'Academy 7 akan selalu dikenang.
Menghormati dan mengenang sosok ibu
Soimah tidak dapat menahan air matanya ketika mengenang mendiang ibunya. Ia mengungkapkan bahwa tahun 2007 merupakan tahun yang paling sulit baginya karena kehilangan sang ibu untuk selamanya.
Sebelum pergi, ibunya berharap dapat melihat Soimah tampil di televisi, meyakini bahwa putrinya memiliki kemampuan untuk memberikan penampilan yang terbaik di layar kaca.
Meskipun Soimah akhirnya berhasil tampil di televisi, ia merasa sangat menyesal karena ibunya tidak dapat menyaksikan impian tersebut terwujud secara langsung.
Ada satu permintaan dari ibunya yang berhasil dipenuhi oleh Soimah. Permintaan itu bukanlah sesuatu yang mewah, melainkan keinginan sederhana untuk dibelikan sebuah mukenah.
Dalam kondisi ekonomi yang kurang baik, Soimah berhasil memenuhi keinginan ibunya dengan membeli mukenah tersebut dengan harga yang terjangkau. Momen ini menjadi salah satu kenangan berharga yang selalu diingat Soimah, menggambarkan betapa besar cinta dan harapan ibunya untuk dirinya.
Menjadi seorang ibu adalah pengalaman yang penuh tantangan dan kebahagiaan
Soimah kini menyadari bahwa perlakuan keras yang diberikan oleh orang tuanya memiliki makna yang lebih dalam. Ia mengerti mengapa ibunya bersikap tegas dan selalu mendorongnya untuk bekerja keras.
"Setelah waktu berjalan sampai saya menjadi seorang ibu, saya baru paham ibu yang galak itu bukan ibu yang jahat. Galak bukan berarti jahat," ungkap Soimah.
Dalam pandangannya, sikap tegas yang ia alami di masa kecil bukanlah tindakan yang bersifat negatif, melainkan sebuah pelajaran berharga yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih baik.
Saat ini, Soimah merasa bangga dengan perannya sebagai seorang ibu, meskipun ia menyadari bahwa dirinya belum menjadi ibu yang sempurna di mata anak-anaknya.
Ia bersyukur memiliki dua anak yang selalu mencintainya dengan tulus, tidak pernah mengecewakan, dan selalu patuh. Rasa syukur ini menguatkan Soimah untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, meskipun tantangan dalam mendidik anak tidaklah mudah.
Bersama Indosiar selama 11 tahun
Dalam momen spesial ini, Soimah menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Indosiar yang telah menjadi tempat berkarya selama sekitar 11 tahun.
Menurutnya, Indosiar memiliki peran penting dalam menciptakan peluang bagi anak-anak dari daerah untuk bertransformasi menjadi bintang besar.
"Ini tidak basa-basi, ini benar karena semakin ke sini semakin lama saya di Indosiar, saya semakin tahu bahwa Indosiar bukan cuman hanya basa-basi, tagline-nya luar biasa tapi memang luar biasa," ungkap Soimah di panggung D'Academy 7.
Selain itu, Soimah juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua peserta yang pernah menerima komentar darinya.
"Maafkan saya kalau selama menjuri ada komentar yang mungkin tidak enak, yang tidak memuaskan kalian, itu semata-mata hanya supaya kalian bisa maju ke depan biar kalian hidup di Jakarta tidak kaget dengan kerasnya Jakarta ini," lanjutnya.
Ia berharap agar para peserta dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dibandingkan dirinya.