Roy Marten Blak-blakan Tak Pernah Menabung dan Boros Tapi Bisa Hidup Berkecukupan, Ternyata Ini Rahasianya
Roy Marten dengan terbuka mengaku orang yang suka menghabiskan uang dan selalu gagal dalam menabung.
Roy Marten dengan terbuka mengungkapkan dirinya termasuk orang yang boros dan belum pernah berhasil menabung. Meskipun demikian, aktor senior ini merasa kehidupannya selalu cukup berkat bantuan Tuhan.
"Ini, sebenarnya nabung ini saya sampai hari ini belum bisa menabung, iya. Jadi, semua yang saya miliki adalah pertolongan Tuhan," kata Roy beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (25/5).
Ada Aja Rezekinya
Ayah Gading Marten ini menyampaikan selalu merasakan kehadiran rezeki dalam hidupnya, meskipun tidak memiliki simpanan. Ia percaya Tuhan memberikan berkah pada saat yang tepat dan tidak pernah terlambat.
"Selalu menolong dengan caranya dan tidak pernah terlambat. Ada saja. Terima kasih," tambahnya.
Tak Bisa Menangung
Roy mengungkapkan semua yang dimilikinya saat ini bukanlah hasil dari perencanaan atau pengelolaan keuangan yang matang, melainkan semata-mata karena anugerah Tuhan.
"Sangat tidak bisa nabung. Tapi Tuhan lihat itu, Tuhan kasih. Ada aja lah. Berkat dari Tuhan ada aja," katanya.
Bantuan dari Tuhan
Ia melihat setiap bantuan yang muncul dalam hidupnya sebagai manifestasi kasih sayang Tuhan. Baginya, hal tersebut merupakan tanda bahwa Tuhan senantiasa memperhatikan umat-Nya.
"Pertolongan dari Tuhan. Saya enggak kenal, orangnya tidak mau memperkenalkan diri. Saya terima kasih untuk Anda yang menolong saya tanpa saya harus tahu siapa orangnya," ucapnya.
Baru Dapat Bantuan dari Orang Tak Dikenal
Baru-baru ini, Roy menerima bantuan dari seorang yang tidak ia kenal. Meskipun orang tersebut tidak menginginkan identitasnya dikenal, bantuan yang diberikan sangatlah berarti bagi Roy.
"Saya ingin sekali untuk berterima kasih untuk orang-orang ini. Tapi saya enggak kenal itu jadi saya enggak tahu berterima kasih pada siapa," ujarnya dengan penuh haru.
Hidup Tenang di Masa Tua
Roy meyakini setiap bantuan yang diterima, baik dari orang yang tidak dikenal maupun dari teman dan keluarga, merupakan manifestasi kasih Tuhan yang nyata.
Dengan sikap bersyukur dan keyakinan yang mendalam, Roy mampu menjalani kehidupannya dengan tenang di usia senjanya. Ia merasa terdorong untuk membantu orang lain seperti saat ia pernah mendapatkan bantuan.
"Pasti Tuhan yang memberikan hati pada dia sehingga dia memberikan kasih," ujarnya.