Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Agoes Poernomo

Profil Agoes Poernomo | Merdeka.com

Agoes Poernomo dilahirkan di Cilacap pada tanggal 7 Februari 1968. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Menjadi Ketua Umum PKS Yogyakarta periode 2000 - 2004, dan kini beliau menjabat sebagai Ketua Kelompok Komisi II serta anggota BURT DPR RI.
Sosoknya cukup lantang sebagai politisi dari Partai Keadilan Sejahtera.

Wacana soal pemilihan Gubernur cukup dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditanggapi beragam oleh sejumlah kalangan. Dia menilai ide yang diajukan pemerintahan pusat yang menginginkan Gubernur dipilih oleh DPRD sebagai hal yang tidak tepat dan tidak efektif.

Agoes berpandangan, pemilihan kepala daerah oleh DPRD dinilai lebih tepat untuk kepala daerah tingkat II, yakni bupati dan wali kota. Alasannya, penerapan otonomi di tingkat II (kabupaten/kota) selama ini tak berjalan efektif.

Menurut Agoes, persoalan ini, sebenarnya tergantung pada keefektifan penempatan otonomi di level  provinsi atau kabupaten dan kota. Selama ini penerapan otonomi cuma diberikan pada level kabupaten / kota dan akibatnya pemerintah harus mengelola sekitar 500 kabupaten / kota.

Dia menambahkan akibatnya pemerintah pusat cukup repot karena harus mengelola 500 kabupaten / kota. Padahal akan lebih jauh efektif jika otonomi itu diberikan di tingkat provinsi. Sementara kabupaten/kota melaksanakan kebijakan pembangunan yang diberikan provinsi.
menilai usulan Dana Aspirasi Daerah Pemilihan salah kaprah.

Sementara itu dia juga lantang terhadap permasalahan yang ada di DPR. Ada anggota DPR yang salah kaprah memaknai memperjuangkan konstituen dalam bentuk fisik dan uang. Namun menurut Agoes, tantangan itu bukan dijawab dengan Dana Dapil. Persoalan itu bisa diatasi dengan konsolidasi parpol terhadap anggota Dewan yang berasal dari pusat, provinsi dan daerah atau kota.

Selama ini, Agoes melihat, perencanaan pembangunan lebih terkonsentrasi di jajaran eksekutif, dengan keterlibatan legislatif yang minim.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

Profil

  • Nama Lengkap

    Agoes Poernomo SIP

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Islam

  • Tempat Lahir

    Cilacap

  • Tanggal Lahir

    1968-02-07

  • Zodiak

    Aquarius

  • Warga Negara

  • Istri

    Etty Pratiknyowati

  • Biografi

    Agoes Poernomo dilahirkan di Cilacap pada tanggal 7 Februari 1968. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Menjadi Ketua Umum PKS Yogyakarta periode 2000 - 2004, dan kini beliau menjabat sebagai Ketua Kelompok Komisi II serta anggota BURT DPR RI.
    Sosoknya cukup lantang sebagai politisi dari Partai Keadilan Sejahtera.

    Wacana soal pemilihan Gubernur cukup dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ditanggapi beragam oleh sejumlah kalangan. Dia menilai ide yang diajukan pemerintahan pusat yang menginginkan Gubernur dipilih oleh DPRD sebagai hal yang tidak tepat dan tidak efektif.

    Agoes berpandangan, pemilihan kepala daerah oleh DPRD dinilai lebih tepat untuk kepala daerah tingkat II, yakni bupati dan wali kota. Alasannya, penerapan otonomi di tingkat II (kabupaten/kota) selama ini tak berjalan efektif.

    Menurut Agoes, persoalan ini, sebenarnya tergantung pada keefektifan penempatan otonomi di level  provinsi atau kabupaten dan kota. Selama ini penerapan otonomi cuma diberikan pada level kabupaten / kota dan akibatnya pemerintah harus mengelola sekitar 500 kabupaten / kota.

    Dia menambahkan akibatnya pemerintah pusat cukup repot karena harus mengelola 500 kabupaten / kota. Padahal akan lebih jauh efektif jika otonomi itu diberikan di tingkat provinsi. Sementara kabupaten/kota melaksanakan kebijakan pembangunan yang diberikan provinsi.
    menilai usulan Dana Aspirasi Daerah Pemilihan salah kaprah.

    Sementara itu dia juga lantang terhadap permasalahan yang ada di DPR. Ada anggota DPR yang salah kaprah memaknai memperjuangkan konstituen dalam bentuk fisik dan uang. Namun menurut Agoes, tantangan itu bukan dijawab dengan Dana Dapil. Persoalan itu bisa diatasi dengan konsolidasi parpol terhadap anggota Dewan yang berasal dari pusat, provinsi dan daerah atau kota.

    Selama ini, Agoes melihat, perencanaan pembangunan lebih terkonsentrasi di jajaran eksekutif, dengan keterlibatan legislatif yang minim.

    Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

  • Pendidikan

    S-1 FISIPOL Jurusan Komunikasi, Universitas Gadjah Mada (1995).

  • Karir

    • Anggota DPR RI Komisi II (2009 - 2014)

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya