YLKI nilai sistem satu tarif Tol JORR rugikan pengguna jarak pendek
Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersiap memberlakukan integrasi atau satu tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Kebijakan anyar ini akan mulai berlaku efektif pada 13 Juni 2018 mendatang.
Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi memberikan catatan bahwa integrasi tarif dari sisi pelayanan harus menjadi target untuk meningkatkan pelayanan, khususnya aspek standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol.
Sebab diatas kertas, integrasi akan memangkas keberadaan beberapa gate, sehingga memangkas lamanya transaksi antrian. Banyaknya transaksi diakui bisa menghambat lajunya kendaraan.
"Integrasi tarif ini jangan menjadi kenaikan tarif secara terselubung. Sebab kenaikan tarif tol sudah diatur setiap dua tahun sekali. Oleh karenanya, pengelola jalan tol harus bisa membuktikan hal itu. Membuktikan bahwa revenue pengelola tol tidak naik pasca integrasi. Jika revenue tambah berarti ada kenaikan tarif secara terselubung, sepihak, dan pelanggaran terhadap PP tentang Jalan Tol," ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/6).
Kebijakan ini dinilai bakal memberatkan pengguna tol untuk jarak pendek. Sebab jumlah biaya tol menjadi lebih mahal dari sebelumnya. "Integrasi tarif tersebut memang akan memberatkan untuk pengguna tol jarak pendek, khususnya kendaraan pribadi. Dan akan menguntungkan untuk pengguna tol jarak jauh. Sebagai contoh, untuk jarak terpendek biasanya Rp 3.500 akan menjadi Rp 15.000," katanya.
"Sebaliknya mendatangkan keuntungan bagi para pengguna tol untuk jarak panjang. Sedangkan untuk jarak terjauh, melewati tiga gate yang biasanya Rp 22.000 akan terpangkas menjadi Rp 15.000 saja," tambahnya.
Integrasi tarif tol ini akan berdampak pada turunyan tarif tol golongan angkutan logistik di tol JORR. Dengan adanya kebijakan penurunan tarif tol kendaraan logistik ini dapat menurunkan logistic fee dan bahkan memicu turunnya harga di sisi end user.
"Tol JORR memang by design adalah untuk angkutan logistik. Jadi kalau integrasi lebih menguntungkan angkutan logistik adalah hal yang wajar, bahkan positif," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya