Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Beberkan 4 Faktor Pengaruhi Proyeksi Ekonomi Indonesia di 2021

Sri Mulyani Beberkan 4 Faktor Pengaruhi Proyeksi Ekonomi Indonesia di 2021 Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut ada 4 faktor yang sangat mempengaruhi proyeksi perekonomian Indonesia dalam masa pemulihan di tengah pandemi covid-19.

"Pertama dan yang utama tetap berhubungan dengan covid-19 dan aspek kesehatan," kata Sri Mulyani dalam webinar: Peluang Pendanaan SWF Untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia, Rabu (3/3).

Oleh karena itu, anggaran tahun 2021 salah satunya diprioritaskan untuk melakukan testing, tracing dan treatment serta untuk vaksinasi Covid-19. Setidaknya, dana Rp172 triliun disiapkan di sektor kesehatan dan akan dibelanjakan tahun ini.

Faktor kedua yang mempengaruhi perekonomian Indonesia tahun 2021 adalah pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). APBN harus bisa digunakan secara efektif bersama-sama dengan instrumen kebijakan moneter dan OJK.

"APBN masih menjadi instrumen kebijakan yang sangat menentukan untuk berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional," jelasnya.

Ketiga, Indonesia memiliki undang-Undang Cipta kerja dan program-program reformasi struktural yang akan dilakukan atau diimplementasikan untuk memperbaiki perekonomian.

Sri Mulyani melihat, telah berjalannya Undang-Undang Cipta Kerja merupakan momentum untuk memperbaiki iklim investasi sudah berjalan. Berbagai peraturan perundang-undangan yang tujuannya adalah melakukan simplifikasi dan mempermudah kelancaran izin berusaha diharapkan akan memberikan momentum positif bagi dunia usaha pada saat mereka merancang pemulihannya.

"Yang keempat adalah dibentuknya lembaga pengelola investasi atau Indonesia investment authority. Ini adalah salah satu upaya kita untuk terus meningkatkan daya tarik ekonomi Indonesia termasuk memberikan pilihan kepada Para investor untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Demikian, para investor bisa berinvestasi ke Indonesia melalui berbagai jalur dari mulai mereka membeli saham, membeli surat berharga negara, melakukan investasi seperti PMA dan PMDN melalui BKPM, serta mereka juga bisa melakukan kolaborasi Partnership bersama-sama dengan partner lokalnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP