Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah melemah, kaum milenial disarankan kurangi beli barang impor

Rupiah melemah, kaum milenial disarankan kurangi beli barang impor dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) atau USD yang terjadi saat ini tidak bisa dibandingkan krisis moneter 1998 silam. Sentimen eksternal atau global dinilai membawa peran besar pada kontribusi depresiasi saat ini.

Director for Investment Strategy PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat mengatakan, krisis yang menimpa Indonesia pada 1998 dan 2018 jauh berbeda. Kondisi sentimen menurutnya lebih kompleks pada saat ini.

"Jadi sekarang krisis 1998 dan 2018 itu beda, karena sekarang itu likuiditas masih tetap melimpah kan sekarang memang banyak kompleksitas yang pengaruhi atau terjadi," tuturnya di Jakarta, Kamis (6/9).

Menurut Budi, salah satu yang bisa dilakukan terutama bagi kaum milenial saat ini ialah mengurangi pembelian produk impor atau menekan konsumtif untuk mengikuti tren. "Rupiah melemah karena fundamental internal kita defisit. Ini cerminan dari kita yang kurang produktif dan juga kompetitif," ungkapnya.

"Milenial jangan konsumtif, kurangi beli barang-barang impor, kita ini tampaknya cinta sekali Dolar, suka beli gadget-gadget terbaru. Jadi jangan selalu ikuti tren, kurangi ke luar negeri," tambah dia.

Di lain hal, porsi utang Indonesia saat ini sebaiknya tidak dinilai dari ukuran (size debt), melainkan bagaimana pemanfaatan produktivitas utang itu. "Negara berkembang seperti Brasil utangnya ini sekitar 3 kali lipat dari utang Indonesia. Rasio utang harus dilihat dari GDP. Jadi jangan salah paham sama utang. Masalah kita bukan di size utang," ujarnya.

Katanya, masyarakat seharusnya jangan memandang utang sebagai suatu hal yang negatif. Masyarakat perlu mengetahui secara struktural bagaimana utang ini bekerja.

"Orang itu pada mau lihat Rupiah menguat, padahal kalau Rupiah sampai Rp 10.000, habislah cadangan devisa kita. Ini kan nikmat sesaat. Jadi jangan negatif soal utang ini," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP