RI Punya Kekayaan Laut Melimpah, Startup Perikanan Berpotensi Jadi Unicorn Baru

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap aplikasi digital (startup) Indonesia di sektor perikanan bisa terus berkembang dan menembus level unicorn. Hal ini didukung oleh kekayaan alam laut Indonesia yang besar. Saat ini telah ada sejumlah startup perikanan buatan anak bangsa.

Rita
Oleh Rita - Reporter
RI Punya Kekayaan Laut Melimpah, Startup Perikanan Berpotensi Jadi Unicorn Baru
Luhut Binsar Panjaitan. ©Humas Kemenko Maritim

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berharap aplikasi digital (startup) Indonesia di sektor perikanan bisa terus berkembang dan menembus level unicorn. Hal ini didukung oleh kekayaan alam laut Indonesia yang besar.

Menko Luhut mengatakan, saat ini telah ada sejumlah startup perikanan buatan anak bangsa seperti Aruna dan FishOn. Kedua startup ini diharapkan bisa terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan sektor perikanan Indonesia.

"Sebenarnya sudah ada ‎startup Aruna. Nah ini nanti dibuat lagi satu model, kita akan satu bikin model nanti akan akan jalan, kita akan pindahkan ke tempat lain. Kita harapkan CSR BUMN bisa berpartisipasi karena ini kan menyentuh ekonomi nelayan di bawah," ujar dia di The Telkom Hub, Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (8/4).

Menurut dia, Aruna dan FishOn serta startup perikanan punya potensi besar untuk menembus level unicorn. "Ini bisa saja jadi unicorn baru karena kekayaan dari laut kita banyak sekali. Selama ini kita coba. Apakah ini akan berhasil? Kalau dikelola dengan bagus pasti akan berhasil. Aluna contohnya, mereka bisa di 10-12 provinsi di Indonesia timur dan barat dalam masalah ikan," kata dia.

Menko Luhut mengungkapkan, pemerintah juga akan terus berusaha untuk membantu pengembangan aplikasi-aplikasi semacam ini. Salah satunya dengan mempermudah proses perizinan investasi.

‎"Tinggal pemerintah bagaimana, misalnya mereka minta masalah izin. Saya kita tugas kita sebagai pejabat pemerintah untuk memberikan pelayanan dan mempermudah, tidak hanya sekedar melarang saja," tandas Menko Luhut.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi