Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmi Karim mengungkapkan dua investor Timur Tengah yang berminat melakukan kerja sama investasi. Sayangnya, Silmi enggan menyebutkan identitas investor tersebut
"Ada dua yang berminat, saya tidak bisa sampaikan dulu," ujarnya di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (8/6).
Lanjut Silmi, pihaknya hanya akan memilih satu investor. Pemilihan didasarkan pada sejumlah pertimbangan
"Prospeknya, industrinya, kemudian juga hubungan luar negeri dan kemudahan investasinya," katanya
Adapun bentuk investasinya, investor akan membangun pabrik di negaranya dengan menggunakan merek dagang PT Pindad.
"Kalau di kendaraan tempur kami ditawari memanfaatkan fasilitas produksi di sana. Kami bisa ekspor senjata dari sini, bisa juga SDM kami bekerja di sana memanfaatkan fasilitas yang ada di sana," tuturnya.
Diharapkan, kesepakatan investasi ini rampung akhir tahun. "Potensinya itu untuk kontrak pertama sebesar USD 300 juta."