Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tim pemerintah telah menyiapkan langkah preventif agar acara annual meeting IMF-World Bank di Bali dapat berjalan lancar. Meskipun Pulau Dewata termasuk salah satu titik yang memiliki potensi rawan bencana alam.
"Sekali lagi, gempa kan tidak bisa diprediksi kapan dan dimana akan terjadinya. Kita kegiatan di Bali itu sudah ada semacam tim tanggap bila terjadi gempa harus apa, bila terjadi letusan Gunung Agung harus apa," ungkap Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar di Jakarta, Rabu (3/10).
Rudy menambahkan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepolisian RI yang ada di Bali untuk mengamankan situasi di sana. "Jadi kesiapan sih sudah matang, termasuk pak Menteri (ESDM, Ignasius Jonan) juga mau mengecek semua peralatan kita dan berjalan baik," sambungnya.
Dia pun berandai-andai jika saja terjadi letupan Gunung Agung. Kejadian itu menurutnya tidak akan sampai berpengaruh besar terhadap penyelenggaraan IMF-World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 8-14 Oktober 2018 mendatang. "Yang terpengaruh kan hanya penerbangan, orang ketakutan aja. Kalau diem kan tidak akan bertumpuk di bandara. Karena tidak terpengaruh," imbuh dia.
"Letupan abunya pun yang terpengaruh arah angin itu tidak ke situ. Jadi dari sisi kita yang bertanggung jawab terhadap gunung sudah mempersiapkan hal itu secara bersama-sama," tambahnya.
Tidak hanya gempa dan letusan gunung, kawasan Bali juga dinilainya punya potensi terjadinya tsunami, lantaran letak pulau yang berdekatan dengan salah satu lempeng di garis selatan. Namun, dia kembali memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan IMF-World Bank yang diikuti oleh perwakilan dari 189 negara.
"Kalau langkah preventif sudah dipersiapkan, terutama tsunami. Karena sebenarnya kalau gejala alam itu hampir semua terulang. Contohnya Lombok juga terulang, pernah ada gempa di sana. Aceh juga, pernah ada tsunami di sana," pungkas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com