PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) sampai dengan bulan ketiga tahun 2019 membukukan total portofolio kredit dan Trade Finance Bank tumbuh 6 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 130 triliun menjadi Rp 138,041 triliun.
Direktur Keuangan Bank Danamon, Satinder Ahluwalia memaparkan pertumbuhan ini didorong oleh permintaan konsumen yang kuat di sejumlah segmen kunci, seperti Consumer Mortgage dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.
"Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance membukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14 persen secara setahunan menjadi Rp 52,6 triliun pada kuartal pertama tahun 2019," kata dia di Menara Danamon, Jakarta, Selasa (23/4).
Dia mengungkapkan pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor tumbuh hingga 14 persen didukung oleh kenaikan pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing 14 persen dan 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Terkait kinerja, kredit yang kami salurkan terus bertumbuh khususnya di sejumlah segmen bisnis, termasuk Consumer Mortgage, pembiayaan kendaraan bermotor, Enterprise Banking dan Perbankan UKM," ujarnya.
Danamon juga mencatatkan kualitas aset yang sehat, dengan posisi rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) menjadi 2,8 persen dibandingkan 3,2 persen setahun sebelumnya.
Portofolio kredit Consumer Mortgage tumbuh 27 persen menjadi Rp 8,3 triliun. Sementara kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan naik 7 persen menjadi Rp 39,5 triliun.
Untuk segmen Perbankan UKM mencatatkan pertumbuhan sebesar 6 persen menjadi Rp 31,1 triliun.Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 10 persen menjadi Rp 136,4 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.
Kualitas Aset Membaik Bank Danamon terus mempertahankan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Rasio kredit bermasalah atau NPL tercatat di posisi 2,8 persen dibandingkan 3,2 persen di akhir kuartal pertama tahun 2018.
"Sedangkan rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) berada di posisi 2,4 persen pada akhir kuartal pertama 2019 dibandingkan 2,5 persen setahun sebelumnya," tutupnya.