Menhub Jonan buka peluang asing investasi di pelabuhan Indonesia
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pengembangan infrastruktur transportasi di Indonesia tak bisa cuma mengandalkan uang negara. Dia pun membuka peluang swasta atau asing untuk ikut mengelola maupun mengembangkan pelabuhan di Indonesia.
"Kalau mau bangunan pelabuhan umum tantangannya harus ditenderkan, meski itu tanah sendiri. Ini kan sulit sekali. Kemudian, jika ingin bangun pelabuhan sendiri boleh saja, izin ke saya dan tandatangan perjanjian konsesi, dihitung investasinya berapa, pendapatan berapa, tapi kalau konsesi itu habis dikembalikan ke negara termasuk tanahnya," ujar dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (29/3).
Jonan menjelaskan pemerintah sudah memberikan insentif bagi investasi pelabuhan, dengan kapasitas kepemilikan hingga 49 persen. Hal itu sama dengan status kepemilikan bandara udara.
"Jadi pelabuhan umum, bandara itu boleh pengelolanya swasta dapat izin. Tapi ada masa konsesinya. AP (Angkasa Pura) dan Pelindo (Pelabuhan Indonesia) ini saja konsesi. Ini di seluruh dunia juga sama," kata dia.
Jonan menegaskan kalau pemerintah membentuk badan usaha pengelola pelabuhan umum harus memiliki konsesi. Hal itu jadi jaminan pengembalian aset negara yang dikelola oleh asing.
"Misalnya seperti Ancol itu tidak ada konsesi ke negara, karena tidak ada kegiatan usahanya di laut. Tapi kalau buat pelabuhan di pinggir pantai, harus kembali ke negara kan, karena lautnya kan tidak pernah dijual," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya