Mendag Enggar nilai tarif impor Trump tidak berdampak besar ke ekonomi RI

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kebijakan pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Yang lebih penting dilakukan adalah mendorong industri hilir baja dalam negeri agar semakin berkembang.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Mendag Enggar nilai tarif impor Trump tidak berdampak besar ke ekonomi RI
Mendag Enggartiasto di Malang. ©2017 merdeka.com/darmadi sasongko

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kebijakan pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

"Itu sebenarnya dampaknya secara langsung tidak terlalu besar, karena impor kita besar dari China," ungkapnya di sela-sela acara Jakarta Food Security Summit 4, di JCC, Jakarta, Jumat (9/3).

Menurutnya yang lebih penting dilakukan adalah mendorong industri hilir baja dalam negeri agar semakin berkembang. "Persoalan kita adu cepat untuk industri hilirnya kita dorong," imbuhnya.

Selain itu, pengetatan pengawasan barang yang masuk mesti harus terus ditingkatkan. Dengan sistem pemeriksaan post border tentu pengawasan harus lebih baik lagi. "Kedua adalah arus barang masuk apalagi pemeriksaannya post border, sakit kepala kita," tandas dia.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani aturan bea masuk 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Aturan ini efektif berlaku dalam 15 hari ke depan.

Dilansir dari CNBC, Jumat (9/3), penandatanganan yang dilakukan di Roosevelt Room Gedung Putih ini mengecualikan Kanada dan Meksiko. Sebab, kedua negara ini dalam proses negosiasi NAFTA dengan AS.

"Industri baja dan aluminium sangat vital untuk Amerika. Tanpa baja, tidak ada Amerika," ujarnya.

Rekomendasi