PT Bank Sahabat Sampoerna menargetkan peningkatan modal sekitar Rp 500 miliar atau 19,04 persen pada tahun ini. Per Desember 2013, bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Grup Sampoerna tersebut memiliki modal inti sekitar Rp 420 miliar.
Dengan modal sebesar itu, Sahabat Sampoerna masuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU I) yang memiliki rentang modal inti Rp 100 miliar-Rp 1 triliun.
Jika target peningkatan modal sebesar 19,04 tercapai, maka Bank Sahabat Sampoerna akan naik peringkat ke BUKU II. Kelompok bank tersebut memiliki rentang modal inti Rp 1 triliun-Rp 5 triliun.
Direktur Utama Bank Sahabat Sampoerna Indra Wijaya Supriadi mengatakan, target peningkatan modal tak akan diupayakan lewat mekanisme IPO atau penawaran saham perdana ke publik. Tetapi menggenjot penyalurkan kredit di sektor Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Strategi ini diyakini akan mendorong peningkatan modal inti perseroan hingga sebesar Rp 1 triliun pada 2016.
“Tiap tahun kami menargetkan tambahan modal disetor Rp 100 miliar. Ditambah suntikan modal tambahan dari pemegang saham. IPO nanti saja setelah itu," katanya.
Grup Sampoerna menguasai 81 Persen saham Bank Sahabat Sampoerna. Sisanya, sebesar 18 persen dimiliki Grup Alfa melalui PT Cakrawala Mulia dan 1 persen oleh investor individu Ekadharmajanto Kasih.