Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah haru nenek miskin penjual cemilan kurban kambing Rp 1,7 juta

Kisah haru nenek miskin penjual cemilan kurban kambing Rp 1,7 juta Hewan kurban 2016. ©2016 Merdeka.com/zul atsari

Merdeka.com - Menjalani ibadah kurban merupakan sunnah, siapa pun dapat melakukannya. Bahkan, bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah bisa berkurban dengan syarat mampu menyediakan hewan kurban dengan cara halal tanpa berutang.

Pedagang hewan kurban di Kramat Sawah, Tami menceritakan pengalamannya melayani seorang nenek usia 60 tahun. Meski kesehariannya hanya menjual cemilan ringan seharga Rp 2.000, namun dia mampu membeli seekor kambing dengan harga Rp 1,7 juta.

"Waktu tahun 2012, ada nenek-nenek lewat depan tempat dagang saya, bolak-balik melihat kambing saya. Ya, saya pikir cuma numpang lewat-lewat saja, ternyata dia nanya kambing saya," kata Tami ketika ditemui merdeka.com, Jumat (9/9).

Merasa iba, Tami pun memberi potongan harga kepada nenek tersebut. "Harga kambingnya ya harusnya Rp 2,5 juta, tapi saya kasih. Orang mau ibadah kenapa harus dipersulit, ya kita kan sebagai pedagang jangan mempersulit orang yang ibadah. Dia ngumpulin uangnya sudah bertahun-tahun buat bisa berkurban," imbuhnya.

Setelah itu, dia langsung mengantarkan kambing pembelian si nenek ke rumahnya. Betapa tercengangnya Tami begitu melihat rumah si nenek yang serba apa adanya.

"Saya kaget sekali, ternyata nenek itu tinggalnya di samping kali, di gubuk reot. Sekarang setahu saya dia sudah tidak tinggal di situ. Terakhir saya mau kunjungi, sudah rata gubuknya," jelasnya.

Melihat semangat si nenek untuk beribadah, Tami mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menjalankan ibadah berkurban. Dia berharap kisah si nenek mampu menggerakkan hati masyarakat yang sudah mampu untuk berkurban.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP