Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemajuan teknologi tak angkat pengetahuan keuangan rakyat

Kemajuan teknologi tak angkat pengetahuan keuangan rakyat Ilustrasi Bank. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pengetahuan keuangan masyarakat masih tergolong minim. Hanya 21 persen dari penduduk Indonesia melek keuangan. Angka ini tentu tak sejalan dengan majunya teknologi saat ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan pemanfaatan teknologi informasi di sektor jasa keuangan seharusnya dapat berkembang sehingga dapat meningkatkan akses keuangan di Tanah Air.

"Bayangkan saja jumlah telepon seluler lebih dari 270 juta atau melebihi penduduk Indonesia. Orang-orang di desa sudah memiliki telepon seluler namun survei kami mereka tak paham literasi keuangan," ujarnya di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/6).

Menurutnya, ketidakseimbangan antara majunya teknologi dan pengetahuan literasi keuangan menimbulkan satu kesenjangan akses komunikasi.

"Artinya banyak masyarakat yang tidak melek finansial sehingga tentu saja tidak membuka akses keuangan masyarakat. Tentunya peran teknologi informasi sangat penting," jelas dia.

Diakui Muliaman perkembangan layanan jasa keuangan memang sulit, terlebih edukasi ke masyarakat. Kondisi ini kerap dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab sehingga berpotensi merugikan konsumen dan masyarakat, bahkan mengganggu sistem keuangan.

"Perkembangan layanan jasa keuangan semakin kompleks," ungkapnya.

Maka dari itu, OJK mengaku terus melakukan koordinasi dengan beberapa pihak untuk mewujudkan masyarakat melek keuangan. Salah satunya hari ini OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sepakat melakukan kerja sama dalam koordinasi perlindungan konsumen produk dan layanan sektor jasa keuangan berbasis teknologi informasi dan telekomunikasi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP