PT LCK Global Kedaton Tbk melakukan pencatatan perdana saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan jasa konstruksi ini menjadi emiten pertama yang mencatatkan sahamnya di 2018. Kode saham PT LCK Global Kedaton Tbk ialah LCKM.
PT LCK Global Kedaton Tbk melepas saham 200 juta lembar saham kepada publik. Jumlah saham yang diterbitkan setara dengan 20 persen dari total modal ditempatkan dan disetor setelah initial public offering (IPO).
Perseroan menetapkan harga penawaran Rp 208 per saham. Sehingga potensi modal segar yang akan dikantongi perseroan mencapai Rp 41,6 miliar.
Pada pencatatan perdana, saham LCKM langsung melejit 50 persen atau 104 poin ke level ke Rp 312. Saham LCKM ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan volume sebanyak 1 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 31.200.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, mengatakan dengan pencatatan saham LCKM tidak hanya bersifat business to business akan tetapi juga sebagai kerjasama antar negara. "Ini tidak hanya hubungan bisnis tapi kerjasama antara negara, karena perusahaan ini dimiliki investor Malaysia sehingga investornya juga dapat datang ke Indonesia," kata Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, (16/1).
Sementara itu, sebelum sambutan Direktur Utama LCK Global Kedaton Lim Kah Hock mengaku prihatin atas musibah robohnya mezanin BEI tower I kemarin. Dia juga berharap agar perdagangan di pasar modal Indonesia tetap berjalan normal.
"IPO ini merupakan langkah besar bagi LCKM sehingga kami mengucapkan terimakasih kepada seluruhnya pihak yang telah mendukung IPO. Kami berharap bisa memberikan investasi yang menarik bagi investor dan dapat menjalankan good corporate governance," ujarnya.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebesar 97 persen untuk modal kerja. Sedangkan, sisanya 3 persen untuk pembiayaan penelitian dan pengembangan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi perusahaan telah menunjuk Mirae Asset Sekuritas.