Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini hasil investigasi Menteri Susi terkait kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa

Ini hasil investigasi Menteri Susi terkait kebakaran kapal di Pelabuhan Benoa menteri susi. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan investigasi bersama dengan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengenai terbakarnya 39 kapal di Pelabuhan Benoa, Bali.

Hasilnya, di pelabuhan tersebut terdapat lebih dari 700 kapal yang bersandar dan melakukan aktivitas lain mulai dari docking hingga transhipment. Jumlah ini diklaim sangat berlebihan untuk ukuran Pelabuhan Benoa.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, kapal yang bersandar di Pelabuhan Benoa tidak semua bisa disebut sebagai kapal nelayan.

"Jadi sesuai Undang-Undang yang disebut kapal nelayan itu yang kapal-kapal nelayan itu yang kecil-kecil 5 GT, yang di sana itu banyak 100 GT ke atas, itu kapal industri perikanan," terang Susi di kantornya, Selasa (17/7).

Dari pendataan yang dilakukan, Susi mengaku terdapat 173 kapal bekas atau eks asing. Di mana sebagian besar sudah tak bertuan. "Jadi tidak ada yang mau akuin dan itu menjadi objek deregulasi atau objek pelanggaran," tegasnya.

Di sisi lain, Pelabuhan Benoa bukanlah pelabuhan perikanan, melainkan pelabuhan yang dalam pengelolaan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Padahal di sisi lain, KKP memiliki beberapa pelabuhan di Bali seperti salah satunya di Jembrana.

"Jadi kejadian di Benoa ini adalah kejadian yang sebenarnya tidak perlu terjadi kalau saja para pemilik kapal mengetahui aturan-aturan yang ada, tidak harua menumpuk semua di sana," pungkas Susi.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP