Ini Faktor Penyebab Jumlah Penduduk Miskin Turun Capai 25,26 Juta Orang
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,26 juta orang atau sebesar 9,66 persen, menurun 0,28 juta orang dibandingkan Maret 2018.
Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap turunnya tingkat kemiskinan di Indonesia. Salah satunya adalah adanya kenaikan upah riil buruh tani dan nilai tukar petani (NTP) sepanjang Maret-September 2018.
Dia merincikan, nominal rata-rata upah buruh tani pada September 2018 baik sebesarb2,07 persen dibanding Maret 2018. Dari Rp 51.580 menjadi 52.665. "Secara riil upah buruh tani per hari pada September 2018 naik 1,60 persen dibanding Maret 2018. Sementara NTP naik sebesar 1,21 persen dibanding pada Maret 2018," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/1).
Selain itu faktor lain yang menekan tingkat kemiskinan adalah, laju inflasi yang terjaga. Selama periode Maret-September 2018 BPS mencatatbinflasi sebesar 0,94 persen. Harga eceran beberapa komoditas pokok juga mengalami penurunan.
"Secara nasional beras turun 3,28 persen, daging sapi 0,74 persen, minyak goreng 0,92 persen dan gula pasir mengalami penurunan 1,48 persen," kata dia.
BPS mencatat, turunnya kemiskinan juga merubah garis kemiskinan menjadi Rp 410.670 per kapita dari yang sebelumnya sebesar Rp 401.220 per kapita.
Adapun rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk penduduk yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode Maret-September 2018 tercatat tumbuh 3,55 persen. Lebih tinggi dibandingkan kenaikan garis kemiskinan pada periode yang sama sebesar 2,36 persen.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya