Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini alasan Mentan Amran ekspor ayam ke Jepang

Ini alasan Mentan Amran ekspor ayam ke Jepang Ayam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gravicapa

Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan Indonesia melakukan ekspor ayam ke Jepang dalam waktu dekat. Amran beralasan produksi ayam yang dimiliki Indonesia sudah melimpah hingga sekitar dua kali lipat dari kebutuhan nasional.

"Sekarang ini kita lagi kampanye swasembada protein dan ada banyak protein yang tersebar di semua komoditi peternakan dan perikanan bangsa ini," ujar seperti ditulis Antara Makassar, Minggu (4/9).

Amran mengaku berbagai terobosan dan inovasi bersama semua pihak dilakukan untuk mendukung program pemerintah, yakni swasembada pangan dan menjadikannya sebagai ketahanan nasional.

Amran Sulaiman juga menyebut jika program swasembada protein hewani bisa diwujudkan sampai 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan produksi ternak dan hasil laut yang sudah mendukung.

"Kami mengubah kebijakan, bukan lagi swasembada daging tapi swasembada protein. Kita bahkan sudah mengekspor ayam ke Vietnam dan segera lagi ke Jepang," katanya.

Amran menyebut produksi daging ayam nasional saat ini melimpah, di mana stok hingga saat ini 225 ribu ton atau dua kali lipat dari kebutuhan daging ayam secara nasional yang hanya 112 ribu ton.

Khusus untuk daging sapi, Amran menjelaskan saat ini 68 persen kebutuhan daging sudah disuplai oleh peternak lokal. Pada 2022 ditargetkan sudah dalam keadaan swasembada daging. "Kalau ini sudah terwujud, tahun 2026 kita bisa melakukan ekspor, 2035 masuk industrialisasi peternakan dan tahun 2045 sudah bioindustri," katanya.

Ketua KPPU, Syarkawi Rauf mengatakan, swasembada daging pasti akan tercapai dan pemerintah pusat sudah berusaha keras membuat kebijakan tersebut. Beberapa langkah telah diambil KPPU yang salah satunya terus mengawasi adanya praktik kartel atau persekongkolan dalam mempermainkan harga daging ayam.

Pemerintah juga menunjuk perusahaan pelat merah PT Berdikari (Persero) untuk mengatasi permasalahan kartel di sektor peternakan. Dengan adanya perusahaan milik pemerintah, katanya, dominasi praktik kartel dapat diatasi dan harga ayam di pasar nasional dapat dijaga kestabilannya.

"Untuk ayam itu sudah surplus tinggal yang perlu dikelola itu hulunya. Produksi harus diperbaiki karena selama ini orang berpikir kandang itu yang terbuka padahal iklim ini sudah berubah harus segera masuk ke close house supaya produksi bisa lebih banyak dan pakannya lebih efisien," katanya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP