Erick Thohir: Mau Beli Mobil Listrik di Indonesia Antrenya Tahunan, Bingung Kita

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah terus menjajaki kerja sama dengan BASF, perusahaan kimia terbesar dunia asal Jerman untuk merealisasikan investasinya membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Erick Thohir: Mau Beli Mobil Listrik di Indonesia Antrenya Tahunan, Bingung Kita
Erick Thohir. ©2023 Merdeka.com

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah terus menjajaki kerja sama dengan BASF, perusahaan kimia terbesar dunia asal Jerman untuk merealisasikan investasinya membangun pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.

Menurut dia, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tengah merayu BASF untuk mulai membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel.

Namun, Erick menyebut Pemerintah RI juga membuka tangan bagi pelaku industri kendaraan listrik lain dari Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Salah satu diskusinya kan ada BASF. Ini kita lihat saja mana yang serius, karena yang namanya EV baterai sendiri kan sekarang kebutuhan semakin meningkat," ujar Erick Thohir saat ditemui usai Economic Outlook 2023 di St Regis Hotel Jakarta, Selasa (28/2).

"Lihat saja, kita bisa buktikan kalau mau beli mobil listrik di indonesia ngantrenya tahunan sekarang, bingung kita," sebutnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin Indonesia hanya bergantung pada negara Asia Timur saja, khususnya China dan Korea Selatan dalam investasi ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Untuk itu, kata Erick, Menteri Bahlil tengah bekerja keras untuk membujuk para investor kelas kakap dunia di sektor industri kendaraan listrik, khususnya Eropa.

"Pak Bahlil sedang bekerja keras supaya kita jangan terkurung pemikiran bahwa pembangunan EV baterai ini hanya China dan Korea, negara-negara Eropa juga ke sini seperti Jerman, Inggris bahkan Ford," kata Erick.

"Jadi kita bukan negara yang istilahnya terjebak di geopolitik yang enggak penting, kita kan bagaimana menarik investasi dan bagaimana membuka lapangan pekerjaan dan investasi berusaha," tegasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi