Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga. Sehingga dia menilai pemerintah perlu memperbaiki kebijakan guna meningkatkan stabilitas makro ekonomi.
"Tentu tujuannya adalah untuk memastikan bahwa strategi kebijakan ekonomi pemerintah telah berjalan sesuai arah. Bila dibandingkan negara tetangga justru Vietnam memiliki trend positif mampu tumbuh 17 persen. Sementara Pertumbuhan ekonomi kita sampai akhir 2017 masih berada di 5 persen," kata Enny dalam diskusi, Alarm Stagnansi Pertumbuhan Ekonomi, di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (7/2).
Menurutnya, investasi di Indonesia masih lemah. Padahal, Indonesia di tahun 2017 telah mendapatkan peringkat ketiga dalam peningkatan investasi. Sayangnya, pemerintah terlalu fokus mengejar target pembangunan infrastruktur.
"Yang menjadi persoalan adalah bangunan paling terbesar diakibatkan infrastruktur yang terus dikejar oleh pemerintah," imbuhnya.
Sementara menurutnya, memasuki tahun politik para investor justru banyak yang menunggu kepastian. Dengan demikian, hal ini akan menjadi faktor krusial dalam pertumbuhan investasi di Indonesia.
"Kalo ada moment pilkada, Asian Games, bahkan Piala Presiden sekarang tentu akan berdampak juga kepada pengeluaran masyarakat. Sementara dari sisi investasi masih dipertanyakan sehingga menjadi dasar kehawatiran kami," jelasnya.