Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di Asean, tingkat literasi keuangan di Indonesia terendah

Di Asean, tingkat literasi keuangan di Indonesia terendah OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Tingkat literasi keuangan di Indonesia lebih rendah ketimbang beberapa negara Asean. Sekitar 62 persen penduduk Indonesia, terutama di daerah pedalaman, belum paham mengenai industri jasa keuangan.

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S. Soetiono, mengatakan pihaknya menargetkan  tingkat literasi keuangan di Indonesia bisa menyaingi Singapura dan Malaysia dalam jangka menengah.

"Kalau jangka pendek mustahil, dalam lima tahun ini tidak bisa. Itu yang kita perlu kerja keras, karena wilayah dan penduduk kita besar, kita juga masih di bawah Thailand dan Filipina," ujar Kusumaningtuti di Jakarta, Rabu (2/7).

Oleh karena itu, OJK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan edukasi keuangan kepada anak usia sekolah. Caranya, memberikan pelatihan terkait itu kepada 70 guru ekonomi Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap Provinsi diwakili dua guru, khusus DKI Jakarta empat guru.

Penyelenggaraan training of trainer untuk para guru ekonomi tersebut bakal dilangsungkan selama dua hari, 2-3 Juli 2014. Tidak hanya itu, OJK juga menerbitkan buku pengayaan mata pelajaran ekonomi untuk murid kelas X SMA. Buka ajar itu berjudul "Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan".

"Kita optimistis bisa diperbaiki kalau garap program-program seperti ini secara konsisten mengenalkan ke usia muda," jelasnya. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP