China telah menetapkan total tarif USD 3 miliar terhadap barang impor Amerika Serikat (AS). Angka ini akan berlaku untuk 128 produk termasuk daging, buah, dan produk dari ritel Amerika Serikat AS. Langkah ini sebagai respons atas AS mengenakan tarif impor baru untuk aluminium dan baja AS.
Kementerian Perdagangan China menyatakan menangguhkan kewajibannya kepada Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) untuk mengurangi tarif atas 120 barang AS termasuk buah. Pengenaan tarif baru itu mulai efektif 2 April.
"Penangguhan China atas konsesi tarifnya adalah tindakan sah yang diadopsi di bawah aturan WTO untuk melindungi kepentingan China," tulis Kementerian Keuangan China,seperti dikutip dari laman Reuters, Senin (2/4).
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan China tidak menyebutkan langkah itu sebagai pembalasan pada langkah Trump menambah pengenaan tarif impor barang China. Keputusan China mengenakan tarif terhadap barang di AS lantaran Trump menerapkan tarif pada impor baja dan aluminium pada awal Maret.
Kementerian Perdagangan China menyatakan dapat menyetujui tarif untuk lebih dari 120 barang AS termasuk kacang hingga anggur AS. Tarif impor itu akan berkisar dari 15 persen-25 persen. China mengatakan akan melanjutkan kasusnya terhadap AS di WTO.
Trump telah berulang kali menuduh pemerintah China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil seperti memanipulasi mata uang. Ditambah mencuri kekayaan intelektual AS. Hal ini membantu ekspor China lebih terjangkau. Presiden AS Donald Trump sering bidik surplus perdagangan China dengan AS yang mencapai USD 375 miliar.
Namun keputusan Trump menjelang akhir pekan ini secara langsung memberikan sanksi perdagangan besar terhadap China. Sebelumnya Trump memutuskan mengenakan tarif untuk baja, aluminium, dan panel surya.
China berulang kali mengatakan kalau pihaknya tidak ingin perang dagang tetapi memperingatkan kalau akan melakukan tindakan 'tegas dan perlu' jika perlu.
Reporter: Agustina Melani
Sumber: Liputan6.com