Biaya proyek kereta Halim-Soekarno Hatta membengkak jadi Rp 24 T

Hitungan awal SMI, proyek ini bakal menelan dana Rp 20 triliun.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Biaya proyek kereta Halim-Soekarno Hatta membengkak jadi Rp 24 T
Bandara Halim Perdanakusuma. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Awal tahun lalu pemerintah menggulirkan rencana pembangunan kereta cepat atau kereta ekspres dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Soekarno Hatta. Dari desain sementara, Dukuh Atas akan menjadi titik pertemuan banyak moda transportasi berkat jalur kereta bandara.

Selain kereta cepat bandara, kawasan itu akan jadi titik utama transit penumpang kereta commuter, MRT, Bus Transjakarta, sampai monorel. Hitungan awal biaya membuat jalur kereta cepat ini, di luar pembangunan Dukuh Atas, mencapai Rp 20 triliun. Hitungan ini masih bisa diperbarui, sesuai kajian PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang diminta Kemenhub menilai proyek tersebut.

Namun, hitungan ini membengkak Rp 4 triliun. "Biaya sangat besar Rp 24 triliun, tahap pertama itu tahun depan untuk commuter line," ujar Direktur Operasional Angkasa Pura II Djoko Murjatmojo di Jakarta, Senin (6/7).

Djoko mengatakan pembangunan kereta ekspres ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama masih menunggu rencana pembangunan commuter line Batu Ceper-Bandara Soekarno Hatta terlebih dulu.

"KA dari Sudirman lalu Dukuh Atas nanti ke arah Tangerang, sampai Batu Ceper masuk bandara lewat M1, itu commuter yang harus diutamakan nantinya," ungkapnya.

Mantan Dirjen Perhubungan Udara ini menegaskan, pembangunan infrastruktur moda transportasi massal ini sudah masuk dalam rencana besar perseroan dan instansi terkait.

"Kami fokus pembangunan untuk penyelesaian jalur commuter line dari Jakarta menuju Soekarno Hatta," jelas dia.

Rekomendasi