BI catat NPL gross perbankan triwulan II 2016 3,1 persen

Sementara, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 8,9 persen.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
BI catat NPL gross perbankan triwulan II 2016 3,1 persen
konpers bank indonesia. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sampai triwulan II 2016 berada di kisaran 3,1 persen secara gross atau nett 1,5 persen. Sementara, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 8,9 persen, meningkat dari pertumbuhan di triwulan sebelumnya sebesar 8,7 persen. Agus melanjutkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada akhir triwulan II-2016 tercatat sebesar 5,9 persen, menurun dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 6,4 persen."Bank Indonesia meyakini pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang dilakukan serta implementasi UU tax amnesty dapat meningkatkan pertumbuhan kredit guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan," kata Agus di kantornya, Jakarta, Jumat (19/8).BI juga mencatat, pada akhir triwulan II-2016, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 22,3 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada pada level 20,3 persen."Transmisi pelonggaran kebijakan moneter melalui jalur suku bunga terus berlangsung, tercermin dari berlanjutnya penurunan suku bunga deposito dan suku bunga kredit," imbuhnya.Dengan adanya UU pengampunan pajak (tax amnesty), Agus meyakini sistem keuangan akan tetap stabil dengan ketahanan sistem perbankan yang terjaga didukung permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.

Rekomendasi