Bank Dunia sebut kebakaran hutan hambat pertumbuhan ekonomi RI

Kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan terakhir ini membawa kerugian senilai USD 16,1 miliar.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Bank Dunia sebut kebakaran hutan hambat pertumbuhan ekonomi RI
ilustrasi pembangunan. Ilustrasi shutterstock.com

Dalam laporan Indonesia Economic Quarterly (IEQ), Bank Dunia mencatat nilai perdagangan Indonesia pada 2015 masih lemah. Salah satu faktornya yakni adanya bencana kebakaran hutan yang menghambat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chavez mengatakan kebakaran hutan yang terjadi beberapa bulan terakhir ini membawa kerugian senilai USD 16,1 miliar, atau setara dengan 1,9 persen PDB. Sedangkan untuk PDB Kalimantan mengalami penurunan sebesar 1,2 persen kuartal-kuartal pada kuartal ketiga, sebagian akibat kebakaran dan asap.

"PDB Kalimantan Timur tumbuh hanya 3,5 persen tahun ke tahun, dan Papua tumbuh hanya 0,6 persen tahun ke tahun," kata Rodrigo di Energy Building, Jakarta, Selasa (15/12).

Dengan adanya hambatan tersebut, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2016 hanya mencapai 5,3 persen, atau meningkat dari tahun 2015 sebesar 4,7 persen. Meskipun, belanja sektor publik telah membaik dengan anggaran lebih tinggi, namun penerimaan negara masih di bawah harapan.

Untuk itu, lanjut Chavez, diharapkan komitmen anggaran akan investasi publik lebih banyak dikeluarkan untuk infrastruktur, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial. Hal ini bertujuan untuk memperkuat proyeksi pertumbuhan dan membantu masyarakat miskin.

"Seiring dengan berkurangnya permintaan dari Tiongkok dan antisipasi pasar akan kemungkinan naiknya tingkat suku bunga Amerika, tahun depan jadi penuh tantangan," pungkas dia.

Rekomendasi