Kisah Winda Dituduh Pelakor Sampai Dianiaya Brutal, Sikap ke Pelaku di Luar Dugaan

Wanita bernama Winda baru-baru muncul dan menjadi sorotan karena dirinya dituduh sebagai seorang perebut suami orang.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Kisah Winda Dituduh Pelakor Sampai Dianiaya Brutal, Sikap ke Pelaku di Luar Dugaan
Kisah Winda Dituduh Pelakor Sampai Dianiaya Brutal, Sikap ke Pelaku di Luar Dugaan. Instagram/kejaksaan.ri©2022 Merdeka.com

Wanita bernama Winda baru-baru muncul dan menjadi sorotan karena dirinya dituduh sebagai seorang perebut suami orang. Diketahui ia disebut sebagai pelakor tanpa dasar apapun.

Sebanyak lima pelaku tuduhan tersebut bahkan tega mendatangi serta melakukan tindakan penganiayaan kepadanya. Masalah ini berujung pada hukum.

Namun kenyataannya di saat persidangan, Winda sebagai korban sungguh mempunyai jiwa begitu besar. Berikut ulasan kisah viral selengkapnya.

Dituduh Pelakor oleh 5 Tersangka dan Menjadi Korban Penganiayaan

Perempuan bernama Winda belum lama ini tengah menjadi sorotan publik karena kasusnya yang sempat dituduh sebagai seorang perebut suami orang (pelakor). Di suatu hari ia didatangi oleh sebanyak 5 pelaku yang menuduh dirinya merebut suami orang.

Bukan hanya itu, Winda juga mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari para pelaku. Seperti nampak dalam unggahan akun Instagram @kejaksaan.ri, ia sempat dianiaya.

"Dengan brutal (tersangka) menjambak, meninju mulut, serta mencekik leher Winda," keterangan yang tertulis pada unggahan akun.

Semua Adalah Fitnah Hanya karena Tersulut Emosi

Usut punya usut, semua perlakuan tak menyenangkan dari tersangka hanyalah sebuah fitnah belaka. Winda tak sungguh-sungguh melakukan apa yang dikatakan oleh mereka.

Sebanyak 5 tersangka ini terpaksa melakukan tindakan fitnah dan penganiyaan semata-mata karena dirinya tersulut emosi. Kasus ini akhirnya berlanjut ke meja hukum.

"Hal tersebut merupakan fitnah tanpa dasar dan dilakukan akibat tersulut emosi sesaat," papar keterangan.

Lebih Memilih Memaafkan

Namun dalam persidangan Winda lebih memilih untuk memaafkan lima pelaku tersebut. Dengan berbesar hati ia ikhlas untuk memilih jalur damai.

"Namun Winda lebih memilih ikhlas memaafkan," lanjut keterangan.

"Luka yang saya rasakan memang sakit, namun lebih sakit jika saya tidak memaafkan mereka," papar Winda yang menjadi korban.

Berujung Damai dengan Perkara Restorative Justice

Semua berakhir dengan damai, dan jaksa menghentikan penuntutan perkara. Ini semua dihentikan berdasarkan dengan Restorative Justice antar seluruh yang bersangkutan.

Mengetahui tuntutan dihentikan, para pelakupun akhirnya sujud syukur dan merasa lega. Mereka pun kemudian meminta maaf kepada Winda.

Mereka akhirnya pun saling berpelukan. 

Video

Cerita kasus Winda yang dituduh sebagai seorang pelakor ini terekam dalam sebuah video unggahan akun Instagram @kejaksaan.ri.

Berikut adalah video selengkapnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Kejaksaan RI (@kejaksaan.ri)

Halaman Berikutnya Cara Menyembunyikan Kabel Listrik di Kamar Tanpa Perlu Renovasi, Solusi Praktis agar Terlihat Lebih Rapi
Rekomendasi