Jokowi Pilih Naik Taksi, Sopir Dikirim M Lutfi Disuruh Pulang Dikasih Uang Rp50 Ribu

Ternyata sosok M Lutfi bukan orang baru bagi Presiden Jokowi. Keduanya pertama kali dipertemukan saat Jokowi masih menjabat sebagai wali kota Solo.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Jokowi Pilih Naik Taksi, Sopir Dikirim M Lutfi Disuruh Pulang Dikasih Uang Rp50 Ribu
Muhammad Lutfi. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Presiden Joko Widodo mengumumkan enam nama baru untuk menduduki pos Kementerian. Dalam reshuffle itu Muhammad Lutfi dipercaya menjadi Menteri Perdagangan.

Ternyata sosok M Lutfi bukan orang baru bagi Presiden Jokowi. Keduanya sudah saling mengenal karena pernah bertemu di Solo. Kala itu Jokowi masih menjadi wali kota, sedangkan Lutfi pejabat di era Presiden SBY.

Salah satu momen unik tak terlupakan, Lutfi berusaha berbaik hati tapi ditolak dengan halus oleh Jokowi. Sampai membuatnya kagum dengan kesederhanaan Jokowi.

Simak kisah lengkapnya berikut ini.

Pertemuan di Solo

Dalam sebuah seminar, M Lutfi menceritakan kisahnya di Solo. Selama seharian penuh, ia belajar pengalaman hebat dari Jokowi selama memimpin.

Salah satu yang terngiang mengenai kepengurusan KTP. Jokowi berusaha untuk gerak cepat melayani. Karena melihat kondisi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.

Silaturahmi ke Rumah Dinas Sederhana

Seharian penuh Lutfi berkeliling dan belajar dari Jokowi. Sebelum kembali ke Jakarta, ia berkesempatan bertandang ke rumah dinas Jokowi.

Lutfi tak menyangka ternyata kediaman orang nomor satu di Kota Solo sangat sederhana. Rumah lawas sekitar era 1930-an yang masih dilestarikan bernuansa perpaduan Jawa-Belanda.

"Setelah selesai, kita pulang ke rumah beliau. Karena saya setara dengan menteri, saya pakai ngueng-ngueng. Sampai di rumah beliau, dalam hati saya 'ini rumah dinas wali kota apaan ya?' Soalnya ini rumah tahun mungkin 1930 dan tidak ada peremajaan. Modelnya sederhana sekali," papar Lutfi.

Kaget Ketemu Jokowi di Pesawat

Sudah sejak 09.00 WIB, M Lutfi di Kota Solo. Menjelang sore sekitar pukul 17.10 WIB, ia sudah sampai di pesawat untuk kembali ke Jakarta. M Lutfi kembali dikejutkan dengan sosok Jokowi yang tiba-tiba menghampiri dan menyapa.

"Saya naik pesawat. Tiba-tiba saya duduk duluan, karena pertama kali. Duduknya di depan dong, kan menteri. Tiba-tiba datang orang itu. Saya sambil baca koran, dia datang. 'Selamat sore pak kepala'. La ini pak wali, 'Lho, kemana pak?'," tanyanya keheranan.

Tanpa Ajudan dan Tak ada Jemputan

Tak berhenti sampai di situ. Lutfi tak menyangka lagi, seorang pemimpin daerah hanya pergi berbekal satu tas dan tanpa pengawalan.

Sesampainya di Jakarta, Lutfi dan Jokowi berjalan berdampingan dan saling berpisah. Namun dia kembali lagi dibuat terkejut.

Jokowi bukannya menunggu jemputan, tapi memilih menunggu taksi sendiri. Tak tega melihat itu, Lutfi segera menarik dan memaksanya masuk mobil menuju lokasi acara.

"Kita sama-sama jalan ke koridor. Kirain ada yang jemput. Eh kawan ini antre taksi. Astaghfirullah. Kita jadi enggak enak kan. Tadi kita di Kota Solo naik ngueng-ngueng ini. Kan ngueng-nguengnya beliau, masa dia nungguin taksi kita diam saja. Terpaksa saya geret ini orang, duduk di mobil saya pakai ngueng-ngueng. Sampailah di Hotel Mulia," ujar Lutfi.

Disiapkan Mobil Lengkap dengan Sopir dan Ajudan

Setelah mengantarkan Jokowi ke lokasi acara, Lutfi mengaku bahwa dirinya langsung memerintahkan salah satu stafnya untuk menyiapkan mobil lengkap dengan sopir dan ajudan untuk menjemput Jokowi.

Namun tak disangka kebaikan Lutfi ditolak hangat oleh Jokowi. Ia mengatakan, Jokowi justru menolak dan lebih memilih naik taksi ke bandara untuk pulang ke Solo. Uniknya lagi, Jokowi sampai memberi uang saku Rp50 ribu pada orang suruhan Lutfi tersebut.

"Setelah sampai sana, saya telepon Sekjen, saya bilang 'eh coba kirim mobil yang paling bagus di sana untuk ngawal wali kota, pakai ajudan, pakai sopir, semua komplet'," imbuhnya.

"Terus besoknya saya tanya bagaimana diantar enggak itu pak wali kota? Kata dia enggak mau, jadi sopirnya itu dikasih uang sama pak Jokowi Rp50 ribu disuruh pulang, beliau naik taksi. Jadi duitnya itu karena sopirnya takut kasih ke Sestama (sekretaris utama), nah sestamanya kasih ke saya. Jadi saya bilang sudah kasih lagi ke sopirnya itu hak dia," kenang Lutfi tertawa.

Rekomendasi