Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi kembali beraksi. Kali ini, ia berhasil mengungkap sebuah tindak kejahatan.
Dedi menemukan sarang penjualan minuman keras di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Alhasil, ia naik darah saat menemukan barang itu di lokasi.
Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Jumat (18/2).
Advertisement
Temukan Minuman Keras
Melalui platform YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi baru saja mengunggah sebuah video saat dirinya mengungkap tabir penjualan minuman keras di area Tol Maracang, Babakancikao, Purwakarta, Jawa Barat. Mengenakan ikat kepala berwarna putih dengan jaket warna senada, Dedi melangkah.
Ia bertemu dengan sesosok pria yang kedapatan tengah menunggu gudang. Tak butuh waktu lama bagi Dedi untuk mengungkap jika ada barang haram yang tersimpan di bangunan terbengkalai itu.
Dedi menemukan satu kotak berisi minuman keras produksi lokal. Pria kelahiran Subang itu sontak terkaget.
"Ini kan ciu pak," katanya.
Advertisement
Perintahkan Pembongkaran
Terkaget melihat barang bukti di hadapannya, Dedi seketika naik darah. Ia langsung memerintahkan untuk segera dilakukan pembongkaran bangunan.
"Panggil sekarang, kepala atau yang mengurus," tandasnya.
"Besok, bangunan ini dibongkar," jelasnya.
Advertisement
Kian Meradang
Tak hanya sampai di sana. Dedi meradang kembali. Pertanyaan yang dilontarkannya tak mendapatkan balasan sesuai harapan.
"Telepon yang punya. Yang punya ini siapa?" tanyanya.
"Gak tahu pak," jawab salah satu pekerja.
"Kok gak tahu? Kan Anda tinggal di sini, masa gak tahu. KTP coba serahkan," ungkapnya.
Advertisement
Naik Darah ke Bawahan
Sebelumnya, Dedi diketahui telah memerintahkan sejumlah bawahannya untuk segera bertindak usai menerima informasi. Kala itu, Dedi menyampaikan jika ada bangunan terbengkalai yang berdiri di atas tanah milik negara.
Sejak saat itu, tidak ada tindak lanjut yang berarti dari bawahan. Dedi meradang saat menghubungi yang bersangkutan.
"Itu dulu kan saya sudah minta. Bangunan tukang kayu yang menggunakan tanah negara dekat jembatan Tol Maracang kan sudah saya minta dibongkar," katanya.
"Tindakannya tidak ada, sekarang bangunannya menjadi tempat transaksi penjualan ciu," sambungnya.