Segera, Tak Akan Ada Tombol di Smartphone
Merdeka.com - Rasanya mungkin aneh jika sebuah smartphone tak lagi memiliki tombol. Itulah mengapa Meizu gagal menelurkan Meizu Zero, smartphone tanpa tombol yang diharapkan dapat pendanaan dari platform Indiegogo.
Sebenarnya ada dua smartphone yang saat ini terlihat tanpa membawa tombol. Pertama adalah HTC U12+, yang mengganti tombol dengan sensor yang memberi feedback haptic jika disentuh. Kedua, purwarupa besutan Xiaomi yakni Mi Mix Alpha yang hampir seluruh bodinya adalah layar.
Dengan ini mungkin kita harus rela jika suatu saat, tombol di smartphone tak lagi ada di gadget kesayangan kita.
Cara Kerja Tombol Virtual
Melansir laporan Reuters, terdapat sebuah startup bernama Sentons, yang tujuan utamanya adalah memproduksi hardware yang mengganti tombol dengan sensor.
Sentons sendiri adalah besutan seorang insinyur bernama Jess Lee, yang menjual firma besutannya bernama InVisage Technologies ke Apple.
Sentons memperkenalkan sistem baru berbasis suara ultra untuk mengganti tombol. Teknologi ini bergantung pada sebuah chip yang dapat mengirim gelombang suara ultra.
Komponennya pun termasuk prosesor dan penggunaan algoritma untuk menginterpretasikan angka yang didapat dari penggunaan gestur pengguna di sensor tersebut.
Sudah Diterapkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTeknologi ini sendiri telah diterapkan di smartphone gaming terbaru ASUS yakni ROG Phone II Tencent Edition, yang merupakan edisi khusus hanya dijual di Tiongkok.
Ponsel gaming ini dapat dipegang secara landscape dan pengguna bisa menggunakan tombol virtual di sisi ponsel yang dapat 'dipencet' dengan jari telunjuk.
Dengan ini, industri di mana smartphone tak memiliki tombol akan semakin dekat.
Teknologi Sensitif Sentuh Dari Mi Mix Alpha
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDengan konsep tanpa tombol serupa, September lalu Xiaomi memperkenalkan smartphone terbarunya yakni Mi Mix Alpha. Ini adalah smartphone dengan keunggulan di sisi layar.
Bagaimana tidak, ini adalah layar yang hampir menyelimuti 90 persen bagian smartphone. Tepatnya, rasio layar ke bodi dari smartphone ini adalah 180,6 persen.
Jadi, di bagian belakang dari perangkat juga terdapat layar. Bagian yang tak terjamah layar hanyalah strip yang mengakomodir adanya tripe kamera yang juga luar biasa dengan sensor 108MP
Dengan desain layar yang terlalu ekstrem ini, beberapa hal harus dikorbankan oleh Xiaomi. Yakni Tombol volume dan power, serta pemindai sidik jari bawah layar. Tak cuma itu, speaker juga diganti dengan teknologi audio layar.
Tak pelak, cara kerja layar ini sedikit ekstrem pula. Di bagian sampingnya, Xiaomi menyematkan teknologi sensor pressure sensitive, yang membuat perbedaan tekanan akan menghasilkan perintah yang berbeda. Hal ini dilakukan karena tombol volume samping sudah tak ada lagi.
Tepat di tombol volumenya nanti, terdapat motor berbasis haptic yang dapat memberikan getaran balik kala tombol disentuh. Sehingga kita tahu letak presisi dari tombol volumenya, mengingat tombolnya tak benar-benar ada dan hanya berbasis software.
(mdk/idc)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya