Niat Curi Kompor Gas Tapi Gagal, Buruh Bangunan di Medan Malah Dapat Ini dari Polisi

Seorang pria di Kota Medan, Sumatra Utara, dapat bantuan dari polisi setelah gagal melancarkan aksinya curi kompor gas dari rumah salah seorang warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Niat Curi Kompor Gas Tapi Gagal, Buruh Bangunan di Medan Malah Dapat Ini dari Polisi
Niat Curi Kompor Gas Tapi Gagal, Buruh Bangunan di Medan Malah Dapat Ini dari Polisi. Instagram/@humaspolrestabesmedan 2021 Merdeka.com

Kisah mengharukan dialami oleh seorang pria bernama Dian Pramono (28) warga Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Sebelumnya, ia dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran kepergok saat sedang mencoba mencuri kompor gas di rumah seorang warga pada Sabtu (20/3).

Namun, hal tak terduga justru terjadi. Korban yang melaporkan perbuatan Dian, justru merasa iba setelah tahu alasan di balik aksi nekat pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini.

Alhasil, bukannya ditahan karena niatnya mencuri ketahuan, Dian justru mendapat bantuan dari pihak kepolisian. Melansir dari unggahan di akun Instagram @humaspolrestabesmedan pada Senin (22/3).

Kronologi Aksi Pencurian

Personel Polsek Medan Baru Aipda Ezra Keliat mengatakan, pihak kepolisian mendapatkan laporan atas aksi pencurian tersebut.

Saat itu Dian mencoba mengambil kompor gas milik korban dengan cara masuk ke rumahnya, namun aksinya gagal karena terpergok korban. Kemudian, Dian digelandang ke kantor polisi.

"Jadi awalnya pelaku ini niat mengambil kompor gas milik korban dengan cara masuk kerumah korban. Namun aksinya pencurian tersebut belum terjadi dikarenakan pelaku dipergok oleh korban, sehingga pelaku langsung diamankan dan korban menghubungi Kepling (Kepala Lingkungan) yang selanjutnya pelaku dibawa ke kantor Polsek Medan Baru," ujarnya.

Korban Merasa Iba dan Hentikan Kasus

Di kantor polisi, petugas mencoba melakukan mediasi atau problem solving untuk kedua belah pihak.  Tak disangka, korban justru merasa iba setelah Dian mengakui perbuatannya dan mengetahui kalau Ia melakukan aksi nekatnya tersebut karena tak memiliki kompor gas."Pelaku mengakui perbuatannya, dikarenakan kebutuhan ekonomi dimana kompor gas yang hendak dicuri tersebut untuk dipakai di rumahnya karena tidak memiliki kompor gas. Sedangkan untuk korban sendiri tidak merasa keberatan dan serta ikut merasa iba apa yang diutarakan pelaku Dian Pramono," jelas Aipda Ezra.

Kondisi Rumah Dian yang Memprihatinkan

Setelah berhasil damai, kemudian atas perintah Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibowo, petugas mengantarkan Dian untuk pulang ke rumahnya. Saat sampai di lokasi, petugas dibuat terenyuh karena kondisi rumah Dian yang sangat memprihatinkan."Setelah sampai di rumah pelaku sekira pukul 23.00 WIB ternyata apa yang disampaikan Bapak Dian Pramono benar, di mana keadaan ekonominya memprihatinkan. Bahkan isterinya cacat pada kakinya (bawaan lahir) dan keluarga Bapak Dian Pramono menyewa rumah perbulannya seharga Rp350.000 dengan kondisi satu kamar tidur bersama ketiga orang anaknya," sebut Aipda Ezra.

Polisi Beri Bantuan

Melihat kondisi ini, petugas kepolisian Polsek Medan Baru akhirnya memberikan bantuan kepada Dian dan keluarganya berupa sembako. "Bantuan tali asih yang diberikan berupa 1 karung goni beras 15 Kg, 1 liter minyak makan, 1 papan telur ayam, 1 bungkus gula pasir, 1 kotak bubuk teh, 5 bungkus nasi dan makanan ringan lainnya. Bapak Dian Pramono dan istrinya juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali," pungkas Aipda Ezra.

Rekomendasi