Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kunjungi Korban Banjir Bandang di Palas, Ini Kata Mensos Risma Soal Bantuan Rumah

Kunjungi Korban Banjir Bandang di Palas, Ini Kata Mensos Risma Soal Bantuan Rumah Kunjungi Korban Banjir Bandang di Palas, Ini Kata Mensos Risma Soal Bantuan Rumah. Instagram/@dinsos_padang_lawas ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, banjir bandang melanda lima desa di Kecamatan Batang Labu Sutam, Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatra Utara (Sumut). Ratusan rumah yang terdapat di Desa Tamiang, Desa Tanjung Barani, Desa Tanjung Baru, Desa Manggis dan Desa Siadam, rusak akibat diterjang banjir bandang tersebut.

Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau lokasi pasca kejadian pada Senin (3/1) malam. Dalam kunjungannya ini, Menteri Risma didampingi oleh Plt Bupati Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu dan jajaran kepolisian serta TNI meninjau lokasi sekolah-sekolah dan rumah warga yang rusak di Desa Tamiang. Menteri Risma juga mengunjungi korban banjir di posko pengungsian di Desa Manggis dan Desa Tanjung Baru.

Selain memberikan bantuan berupa logistik untuk penanganan korban bencana banjir bandang senilai Rp762.115.403, Menteri Risma juga sempat berbincang dan mendengarkan keluh kesah dari para pengungsi. Para warga yang jadi korban banjir sempat resah soal bagaimana tempat tinggal mereka yang kebanyakan rusak parah akibat banjir bandang tersebut. Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

Tanggapan Menteri Risma Soal Bantuan Rumah

kunjungi korban banjir bandang di palas ini kata mensos risma soal bantuan rumah

Instagram/@dinsos_padang_lawas ©2022 Merdeka.com

Mendengar keluh kesah dan aspirasi para pengungsi soal rumah dan kebutuhan lainnya, Menteri Risma mengatakan, pihaknya harus menunggu hasil musyawarah dan kesepakatan, mulai dari tingkat desa, pemerintah kecamatan dan Forkopimda Palas. Ia tidak bisa langsung memutuskan apakah warga akan diberi tempat tinggal baru, karena semua harus melalui banyak pertimbangan, terutama menyangkut keselamatan warga sendiri.

"Nanti kita bicarakan bersama, karena tidak bisa keputusannya sekarang. Kalo tiba-tiba nanti ada hujan apakah lokasi itu (pemukiman masyarakat terkena banjir) layak atau tidak," katanya.

Menteri Risma mengaku dirinya juga sudah meminta Forkopimda untuk rapat dan konsultasi dengan ahli perguruan tinggi soal kelayakan dari lokasi. Ia tidak ingin asal bangun rumah, kemudian ada masalah lagi yang membahayakan warga.

"Jadi itu tidak boleh terjadi, untuk itu akan dirundingkan oleh Forkopimda sesuai yang saya minta tadi apakah nanti relokasi atau bagaimana, karena harus dilihat juga dari kelayakan lokasinya dulu," tambahnya.

Ratusan Rumah Warga Rusak Berat

kunjungi korban banjir bandang di palas ini kata mensos risma soal bantuan rumah

Instagram/@dinsos_padang_lawas ©2022 Merdeka.com

Akibat dari banjir bandang yang melanda sejak Jumat (31/12) lalu, sedikitnya 421 rumah warga kini rusak. Sebanyak 123 di antaranya rusak berat, 74 rusak sedang dan 224 rusak ringan. Banjir bandang juga merusak sejumlah sekolah dan fasilitas umum lainnya.

"Sesuai laporan, banjir bandang itu juga menumbangkan 9 tiang listrik, merusak bangunan SDN Desa Tamiang, asrama dan pemondokan santri Ponpes Nizhomul Hikmah, serta bangunan masjid, jembatan gantung di desa Tamiang," kata Kepala BPBD Palas, Amit Hadi Nasution pada Senin (3/1).

Pasca kejadian bencana alam tersebut, pemerintah setempat bekerja sama dengan TNI dan Polri langsung melakukan evakuasi material banjir bandang dari lokasi pemukiman warga di lima desa tersebut. Petugas juga telah mendirikan posko pelayanan kesehatan, dapur umum dan tempat pengungsian untuk para korban banjir bandang itu.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP