Cerita haru mualaf Amerika mulai salat dan dikira agen Obama

"Mereka mengatakan pada saya jangan pernah mengubah apapun di dalam dirimu, karena menjadi muslim tidak mengubah apapun.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Cerita haru mualaf Amerika mulai salat dan dikira agen Obama
Gary dan istri. ©2015 merdeka.com/mustiana lestari

Salat adalah salah satu hal yang perlu dipelajari seseorang saat mulai memeluk Islam. Banyak kejadian lucu sampai haru mewarnai perjalanan mualaf saat belajar salat. Gary Matthew Clements (46) adalah mualaf asal Amerika yang punya pengalaman mengharukan saat belajar pertama kali salat.

Gary pertama kali salat di sebuah masjid di Georgia, Amerika. Selain itu, dia juga dikenalkan pada komunitas muslim di sana yang sebagian besar adalah orang Afrika. Reaksi anggota komunitas itu awalnya tidak ramah dan memandang Gary penuh curiga.

Apalagi sebagai muslim, Gary tidak mengubah penampilannya, dia tidak memanjangkan janggut, memakai kopiah atau pakaian khas muslim lainnya. "Saya bertemu mentor saya di kafe saya berjalan, semuanya menengok ke saya, mereka ngeliatin saya tapi kata mentor saya enggak apa-apa saya disangka saya agen pemerintah yang mau menyelidiki mereka," kata Gary kepada merdeka.comsambil tertawa di restoran Haloniko, Jakarta, rabu (3/6).

Gary juga mengalami hal serupa saat mulai masuk masjid. Saat itu untuk pertama kalinya Gary belajar dan menunaikan salat Zuhur. "Saya berjalan ke masjid dan mereka melihat saya, saat saya melihat mereka balik mereka pura-pura tidak melihat saya, kata mentor saya enggak apa-enggak apa-apa. lakukan apa yang kamu ingin lakukan," tukas gary meniru ucapan mentornya.

Saat semua mata tertuju pada Gary yang tengah salat, justru reaksi yang didapat begitu mengharukan. "Saat itu ada hanya ada sembilan belas orang di sana salat zuhur, saya mengingat mereka semuanya menyalami saya mengatakan 'welcome', saya tidak percaya itu.

Semuanya menyapa saya dan saya hampir saja menangis." ungkapnya tersenyum. Ukhuwah yang terjalin di antara Gary dan komunitas muslim Afrika di Atlanta makin erat.

Mereka bahkan memanggil Gary dengan sebutan khusus, yaitu "undercover brother". "Di Atlanta sendiri tidak banyak orang yang seperti saya pergi ke masjid.

Mereka mengatakan pada saya jangan pernah mengubah apapun di dalam dirimu, karena menjadi muslim tidak mengubah apapun dalam dirimu. Mereka tidak mengatur saya harus berjenggot, mengubah nama saya, menjadi muslim kamu tidak perlu mengubah apapun kecuali yang di dalam sini (menunjuk hati)," tegas dia.

Gary melanjutkan, "Dengan begini mudah juga bagi saya bicara dengan orang Kristen, Yahudi, mereka tidak tahu kalau saya muslim, makanya orang-orang Afrika memanggil saya undercover brother. Orang-orang nasrani dan yahudi tidak menyangka saya muslim karena mereka pikir orang Islam itu berjenggot, berkopiah," tutup dia

Rekomendasi