Pernyataan Presiden Joko Widodo kembali menuai kritik. Kali ini terkait keinginan Jokowi mencari dan memukuli penyebar isu bahwa dirinya keturunan PKI. Pihak oposisi menilai hal itu tak pantas diucapkan seorang Presiden. Bahkan penyataan tersebut dinilai sebatas gimmick untuk pengalihan isu yang jauh lebih penting.
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni mengatakan, pernyataan Jokowi di Lampung tersebut bukanlah gimmick. Menurutnya, Jokowi ingin mengingatkan publik bahwa isu-isu semacam itu masih dimainkan.
"Saya kira apa yang Pak Jokowi katakan itu bukan gimmick tetapi satu hal yang bersifat faktual. Keinginan untuk mengingatkan kembali publik bahwa isu-isu primordial, isu-isu yang irasional masih dipergunakan hari demi hari oleh lawan politik termasuk isu PKI seperti yang disampaikan Pak Jokowi di Lampung itu," jelasnya dihubungi merdeka.com, Jumat (23/11).
Raja Juli mengatakan, selama ini cara kotor masih digunakan lawan politik yaitu dengan menyebarkan isu yang irasional dan non faktual seperti isu PKI. Karena itulah, Jokowi menyampaikan melalui pidatonya dalam rangka mengingatkan masyarakat. Selain narasi terkait PKI, Jokowi juga kerap diisukan sebagai pemimpin antiIslam dan pro asing.
"Data-data itu adalah data-data yang manipulatif sebenarnya, tapi terus diproduksi dan direproduksi oleh lawan politik untuk mendelegitimasi Pak Jokowi," terangnya.
"Jadi dalam konteks itu wajar saya kira kalau Pak Jokowi kembali menyampaikan ke publik bahwa Pemilu kita ini harus kembali pada etika yaitu menyampaikan sesuatu yang bersifat faktual," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyampaikan selama empat tahun menjadi Presiden, dia selalu dikaitkan dengan PKI. Jokowi tak bisa lagi menyembunyikan kekesalannya. Dia menyatakan bakal mencari siapa yang menyebar isu itu.
"Ini yang kadang-kadang haduh. Mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul," kata Jokowi.
"Saya ini sudah 4 tahun digini-giniin. Sabar, sabar ya Allah, sabar, sabar. Tapi sekarang saya berbicara karena jangan sampai ada 9 juta orang percaya terhadap berita-berita begini," lanjutnya saat membagikan 1.300 sertifikat tanah untuk warga Lampung Tengah di Lapangan Tenis Indoor Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jumat (23/11).