PPP Tak Mau Pertemuan Jokowi-Prabowo Dianggap Sebagai Upaya Lobi

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyebut perlu ada pertemuan pendahuluan dari tokoh di sekeliling capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto sebelum keduanya benar-benar bertemu.

Muhammad Genantan Saputra
PPP Tak Mau Pertemuan Jokowi-Prabowo Dianggap Sebagai Upaya Lobi
Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyebut perlu ada pertemuan pendahuluan dari tokoh di sekeliling capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan capres Prabowo Subianto sebelum keduanya benar-benar bertemu. Arsul menyambut baik bila keduanya bertemu untuk mendinginkan suasana politik.

"Saya kira ini kan pertemuan dua tokoh penting, tokoh sentral sebagai capres. tentu sebagaimana juga pertemuan tingkat tinggi dimanapun itu kan perlu didahului oleh pertemuan pendahuluan baik oleh para tokoh yang ada di sekitar beliau," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/5).

Menurutnya, Jokowi membuka pintu lebar untuk Prabowo jika ingin bertemu. Arsul pun ingin pertemuan antara Jokowi dan Prabowo berjalan produktif yang dimulai dari pra-pertemuan para elit pendukung masing-masing.

"Wajar saja (pra-pertemuan) supaya ketika kedua beliau itu bertemu benar benar produktif. Dalam arti apa? kalau masih ada perbedaan, ya perbedaannya kemudian tidak terlalu besar," tuturnya.

Menurut Wakil Ketua TKN itu, pertemuan keduanya tak bisa disimplifikasi sebagai bentuk lobi dari kejadian Pilpres selama ini.

"Jadi enggak boleh kita simplifikasi, apalagi kita prasangkai mau ketemu, ketemu aja tapi jangan bawa tawaran ini itu lobi, enggak boleh gitu juga," tandasnya.

Rekomendasi