Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) masih belum ingin mengungkapkan siapa partai tambahan yang akan berkoalisi dengan partainya. Saat ini PDI Perjuangan sudah melakukan koalisi dengan Partai Nasdem.Jokowi mengungkapkan, untuk melakukan koalisi diperlukan kesabaran, istiqomah dan perhitungan yang tepat. Namun, janji mengungkapkan siapa partai tersebut masih ditundanya."Butuh kesabaran, perlu istiqoroh, perlu juga dihitung, perlu juga dikalkulasi. Yang sekarang yang udah pasti Nasdem, bentar lagi mungkin tambah lagi satu. Belum. Hari ini tuh sampe jam 00:00," jelasnya di depan rumah dinas gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/4).Dia menambahkan, tidak semua partai dapat langsung menerima koalisi dengan PDI Perjuangan dengan sekali pertemuan. Karena ada beberapa partai yang perlu melakukan pertemuan lebih dari sekali."Semua pertemuan kemudian keinginan kerja sama itu kan ada rembugan sekali dua kali tiga kali. Ada yang sekali ketemu langsung jabat tangan kayak dengan Nasdem tapi kan ada yang dua kali, tiga kali," tutupnya.Sebelumnya, Jokowi membeberkan partainya berkoalisi dengan satu partai lagi. Dia mengatakan, koalisi itu akan disampaikannya besok, Sabtu (26/4)."Yang jelas, besok koalisi akan tambah satu lagi," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (25/4).Tapi, Jokowi tidak menyebutkan dengan terang nama partai yang akan diajak koalisi. Katanya, koalisi tersebut juga bukan sebagai penentuan calon wakil presiden. Namun, hanya koalisi dalam pemenangan Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang."Saya nggak mau menyebut partai. Enggak ada koalisi (cawapres), adanya kerjasama. Tetapi masih proses. Satu ditunggu saja," katanya.
Jokowi salat Istiqoroh tentukan partai tambahan koalisi
Tidak semua partai dapat langsung menerima koalisi dengan PDI Perjuangan dengan sekali pertemuan.
Advertisement
Rekomendasi