Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Imam besar New York: Kisruh KMP-KIH harusnya usai paska pemilu

Imam besar New York: Kisruh KMP-KIH harusnya usai paska pemilu shamsi ali. ©2014 Merdeka.com/Sri Wiyanti

Merdeka.com - Kisruh yang terjadi di parlemen, ternyata tidak hanya menjadi keresahan masyarakat Indonesia di dalam negeri. Pengaruh kekisruhan di parlemen juga sampai menjadi sorotan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Imam besar Islamic Centre of New York, Shamsi Ali, merupakan orang Indonesia yang juga prihatin atas kekisruhan yang terjadi di parlemen, antara Koalisi Merah Putih (KMP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Menurutnya, kisruh di parlemen bisa menghambat kinerja pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) yang sedianya hendak berlari kencang.

"Saya yakin betul Pak Jokowi-JK itu punya itikad yang baik. Saya harapkan mudah-mudahan seluruh komponen pemerintahan itu mendukung termasuk legislatif, DPR/MPR," kata Ali saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (22/11).

Seharusnya, menurut Ali, setelah pemilu usai, maka semua perbedaan dan perpecahan usai. Semua kembali bersatu mendukung pemerintahan terpilih agar Indonesia semakin maju.

"Kalau sudah terjadi pemilihan seharusnya kembali menyatu. Jadi jangan lagi dipolitisir banyak hal. Saya kira tendensi untuk politisasi masalah-masalah itu dikurangi," ucap Ali.

Ali melihat, politik di Indonesia seolah-olah menjadi panglima yang mengendalikan setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Segala sesuatu dipolitisir, agama dipolitisir, ekonomi dipolitisir, hubungan antar komunitas dipolitisir, antar daerah dipolitisir, semua dipolitisir untuk kepentingan politik," ungkap Ali.

Sebagai orang Indonesia yang dipandang di Amerika Serikat, dirinya mengimbau semua pihak untuk mendukung pemerintahan baru ini seproporsional mungkin. Setiap kebijakan pro rakyat didukung agar segera terealisasi, sementara apabila terjadi kelalaian, ditegur dengan cara-cara yang sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.

"Saya kira Pak Jokowi punya genuine, murni dalam hal ini. Demikian juga dengan Pak JK," tuturnya.

(mdk/gib)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP