Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku siap jika diberikan mandat dari para kader sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Golkar mengklaim sudah punya 'tiket' capres karena hanya butuh satu partai untuk jadi koalisi.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengungkapkan, bahwa partainya belum ada pembahasan mengenai pilpres. Terlebih, soal koalisi partai untuk pilpres 2024.
"Belum ada pembahasan tentang capres dan koalisi," kata Daniel lewat pesan singkat, Rabu (23/6).
PKB, lanjut Daniel, terus memperkuat komunikasi antar partai politik. Termasuk, kerja sama antar parpol. "Yang penting perkuat komunikasi dan kerja sama antarpartai," kata anggota DPR RI ini.
Daniel menambahkan, partai pimpinan Cak Imin terbuka dengan semua partai. Termasuk persoalan pilpres 2024. "PKB terbuka dengan semua sahabat partai," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku siap jika diberikan mandat dari para kader sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Dorongan tersebut juga, kata dia, berasal dari hasil Musyawarah Nasional Golkar pada 2019 lalu.
Menjelang Pemilu 2024, sejumlah parpol telah memiliki jagoan untuk diusung sebagai calon presiden. Gerindra mencalonkan Prabowo Subianto, Demokrat menggadang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Golkar mendorong Airlangga Hartarto.
Airlangga sedang menyusun strategi. Partainya kini sedang menghidupkan kembali jaringan agar siap pada 2024. Anak dari mantan menteri perindustrian, Hartarto Sastrosoenarto tersebut mengakui dari DPP sedang menata, memperkuat jaringan. Silaturahmi dengan beberapa partai gencar dilakukan. Mulai dari Partai Demokrat, NasDem, Gerindra, dan PKS.
"Kita lihat Golkar punya potensi untuk mendukung calon. Karena kita partai yang sudah 'punya tiket’, kita cuma butuh satu partai lagi untuk sama-sama koalisi dan tentunya itu modal awal," ungkapnya.
Silaturahmi dengan beberapa partai tersebut pun berjalan baik. Dia tidak menampik lebih intens berkomunikasi dengan NasDem lantaran memiliki ideologi yang sama. Terlebih, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebelumnya memiliki ikatan dengan partai berlambang pohon beringin tersebut. Tidak hanya NasDem, hubungan dengan beberapa partai pecahan Golkar pun terjalin dengan baik.
"Tentu ini ada garis yang bisa didorong dan bekerja sama. Ditarik garis benang kuningnya," ungkapnya sambil melemparkan senyuman kembali.
Walaupun mantap maju sebagai capres, Airlangga pun belum memutuskan langkah lanjutan jika diusung menjadi calon wakil presiden. Sambil berseloroh mantan menteri perindustrian tersebut pun mengaku saat lebih fokus bekerja dalam penanganan Covid-19 untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Ya kan kita belum ada hal yang harus kita putuskan hari ini. Jadi sekarang hari ini kerja, kerja, kerja. Tentunya kita kerja dululah di pemerintahan. Partai Golkar kan mendukung Pak Jokowi, kita menyukseskan pemerintah pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin," ungkapnya sambil tersenyum.