Fuad Bawazier mundur, Hanura yakin cuma kehilangan satu suara

Layaknya Hary Tanoe, Fuad Bawazier mundur dari Hanura karena kecewa dengan Wiranto yang memilih mendukung Jokowi-JK.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Fuad Bawazier mundur, Hanura yakin cuma kehilangan satu suara
Wiranto berkunjung ke kediaman Megawati. ©2014 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Wasekjen DPP Partai Hanura Kristiawanto menilai, pengunduran diri Fuad Bawazier dari Partai Hanura tidak akan mempengaruhi jumlah pendukung Partai Hanura . Dia yakin, mundurnya Fuad tidak akan berdampak banyak bagi perolehan suara Jokowi-JK di pilpres."Kami menganggap ya biasa saja. Kemunduran beliau tidak mempengaruhi soliditas partai, paling berkurang dukungan 1 suara, namun yang mencintai Hanura lebih banyak dan yang siap menangkan pasangan Jokowi - JK lebih banyak, saya yakin itu," kata Kristiawanto saat dihubungi, Kamis (22/5).Menurut dia, rakyat melihat Fuad mundur karena arogan. Selain itu, dia yakin mundurnya Fuad bukan untuk kepentingan rakyat, tapi pribadi."Masyarakat sekarang sudah cerdas menilai sikap elit politik yang arogan dan emosional mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok," ungkap Kristiawanto.

Dia meyakinkan, dukungan Hanura ke Jokowi-JK sudah final. Hal ini dilakukan, dia mengklaim, sebagai wujud panggilan suara rakyat."Kalau dukungan Hanura ke capres Jokowi-JK adalah wujud panggilan hati nurani rakyat," tutup Kristiawanto.

Sebelumnya, Setelah Ketua Bappilu Hanura Hary Tanoesoedibjo, kini Fuad Bawazier mundur dari salah satu ketua DPP partai yang dipimpin Wiranto itu."Iya saya mundur, ya bilang saja per hari ini," kata Fuad saat dihubungi merdeka.com, Rabu (21/5).Mantan menteri keuangan era Soeharto ini menyatakan mengundurkan diri karena kecewa dengan Ketua Umum Wiranto. "Menurut saya kurang aspiratif, ketua umum terlalu one man show, sudah tidak bisa diajak komunikasi," kata Fuad.Menurut dia, akumulasi dari sikap Wiranto itu adalah pilihannya bergabung dengan barisan pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Pilres 9 Juli mendatang. Fuad mengakui, Wiranto memang diberi mandat oleh Rapimnas Hanura untuk menentukan arah koalisi."Tapi mandat itu kan rekayasa, mereka dikumpulin dan diminta, jadi mandat itu permintaan (Wiranto)," ujar mantan Dirjen Pajak tersebut.Ditanya mengapa tidak memrotes keputusan itu saat Rapimnas, Fuad menjawab singkat. "Susah," kata Fuad dengan nada menurun.

Rekomendasi