Fahri Hamzah sebut Jokowi tak perlu pelobi untuk bertemu Obama

Meski begitu, Fahri menegaskan menggunakan pelobi merupakan hal yang biasa di Amerika.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Fahri Hamzah sebut Jokowi tak perlu pelobi untuk bertemu Obama
Jokowi temui Obama di Gedung Putih. ©2015 REUTERS/Jonathan Ernst

Presiden Jokowi disebut mengadakan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melalui bantuan seorang konsultan Singapura. Konsultan tersebut membayar pelobi Las Vegas sebanyak USD 80.000 atau sekitar Rp 1 miliar. Menangapi isu tersebut Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai hal yang wajar jika Presiden Jokowi mengakses Gedung Putih dengan bantuan para pelobi. Sebab menurutnya sistem lobi di AS sudah diatur undang-undang. Namun Fahri tak yakin jika Jokowi butuh bantuan pelobi untuk bertemu Obama."Di AS, sistem lobi itu legal. Melobi itu bukan pidana. Lobi adalah bisnis. Di kita saja lobi itu pidana. Ketemu anggota DPR dipenjara," kata Fahri di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/11). Politisi PKS ini menerangkan, untuk membicarakan bisnis di Amerika Serikat harus melalui lobi. Kalau di Indonesia tidak ada peraturan yang mengatur soal lobi. Meski masih banyak mafia hukum, menurutnya di Amerika yang tak bisa dilobi hanya wilayah yudisial saja."Saya merasa Obama merasa dirinya orang Indonesia. Saya kira dia berpikir membangun komunikasi dengan Jokowi tak perlu perantara. Kedua, AS sedang perlu Indonesia. Karena kedekatan pemerintah Jokowi selama ini condong ke China. Saya kira Jokowi tak perlu lobi. Lobi di AS adalah legal," tuturnya.

Rekomendasi