Dirut Perum Jasa Tirta Tersangka, Gerindra Nilai Revolusi Mental Jokowi Gagal
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono berujar, status tersangka Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa program pemberantasan korupsi di era Jokowi gagal. Menurutnya, Djoko yang menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultasi itu pernah meraih penghargaan Revolusi Mental Award, sebagai salah satu The Best Leader karena dianggap memiliki Etos Kerja Terbaik Silver Winner.
"Ini konyol namanya. Peraih penghargaan kini menjadi tersangka di KPK. Pertanyaannya, bagaimana kinerja oknum BUMN lain yang tidak mendapat penghargaan?" ujar Ferry lewat keterangannya, Senin (10/12).
"Revolusi mental kan selama ini hanya slogan. Saat kampanye 2014 saya ingat betul, ini slogan yang sangat dimuliakan oleh Jokowi, tetapi ternyata revolusinya mental," sambungnya.
Ferry juga menyinggung mengenai banyaknya kepala daerah dari PDI Perjuangan yang kini banyak menjadi pesakitan korupsi dan ditetapkan tersangka oleh KPK.
"Revolusi mental itu harusnya dari dalam diri sendiri, dari dalam partai sendiri. Ini teriak antikorupsi tetapi malah kadernya yang banyak tertangkap KPK, timsesnya ditangkap KPK," terang Ferry.
Lebih lanjut, Ferry kembali mengingatkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut bahwa partai politik yang melaporkan audit penggunaan dana parpol hanya Partai Gerindra. Sementara, parpol lain belum melaporkan audit penggunaan dana parpol tersebut.
"Ayo kalau mau hitung-hitungan, partai mana yang paling banyak koruptornya? partai mana yang paling transparan?. Saya tantang partai pendukung Jokowi kalau mau hitung-hitungan dengan data yang ada," tandas Ferry Juliantono.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya