Berubah Haluan, Petahana Bupati Jember Daftar Independen di Hari Terakhir

Faida mengakui masih berkomunikasi dengan beberapa partai, terkait kemungkinan adanya rekomendasi dukungan yang diberikan kepada pasangan Faida-Vian.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Berubah Haluan, Petahana Bupati Jember Daftar Independen di Hari Terakhir
Faida dan Vian mendaftar di KPU Jember. ©2020 Merdeka.com

Petahana bupati Jember, Faida akhirnya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember. Dia maju melalui jalur perseorangan atau independen. Bersama pasangannya, pengusaha muda Dwi Arya Nugraha Oktavianto atau Vian, Faida datang ke KPU pada Minggu (23/2). Ini merupakan hari terakhir pendaftaran untuk jalur independen. Dari semula akan datang pukul 08.00 WIB, rombongan Faida baru datang sekitar pukul 13.36 WIB.

Faida dan Vian datang menggunakan satu mobil bersama keluarganya. Mereka diantar rombongan mobil yang ditumpangi beberapa tokoh pendukungnya, seperti pengusaha semen Ponimin, jurnalis senior Jawa Pos Radar Jember, Winardi Nawa Putra, serta pimpinan PSI Jember dan pimpinan Partai Gelora Jember. Dua partai kecil ini juga menjadi bagian dari pendukung Faida-Vian. Adapun beberapa tokoh lain yang kemarin ikut hadir di rumah pribadi Faida, seperti Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jember, HM Misbahussalam dan Ketua KONI Jember, Abdul Haris Afianto, hari ini tidak tampak hadir.

Usai menyerahkan berkas pendaftaran, Faida sempat memberikan sedikit keterangan kepada awak media. Dia memberi penjelasan menunda pendaftaran dari semula Sabtu (22/2) menjadi hari Minggu (23/2).

"Saya mengikuti permintaan dari masyarakat untuk deklarasi terlebih dahulu, dan dilanjutkan rangkaian doa, serta memberi kesempatan kepada teman-teman untuk memberi dukungan," ujar Faida memberi alasan.

Sembari menunda sehari, Faida mengakui masih berkomunikasi dengan beberapa partai, terkait kemungkinan adanya rekomendasi dukungan yang diberikan kepada pasangan Faida-Vian.

"Sambil kita tidak menutup komunikasi dengan parpol. Namun hari ini adalah ikhtiar untuk maju melalui jalur independen," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.

Faida mengklaim, dukungan terhadap dirinya dari arus bawah, terus bertambah. Dukungan rakyat ini pula yang membuat faida berganti haluan. Dari semula berharap menggunakan kendaraan partai politik, menjadi jalur independen.

"Dukungan terus mengalir. Sampai saat terakhir, sejumlah 246.133 buah (KTP yang masuk sebagai syarat dukungan). Namun yang sudah kita masukkan ke Silon sejumlah 180.082 dukungan," ujar Faida.

Silon adalah sistem informasi pencalonan yang dibuat KPU untuk mewadahi dukungan secara soft copy. Nantinya, dukungan secara soft copy akan dicocokkan dengan bukti Hard copy.

Faida juga mengklaim, dukungan ktp terhadap dirinya menyebar di semua kecamatan, melebihi syarat minimal sebaran kecamatan untuk kandidat independen. Dari total 248 desa/kelurahan yang ada di Jember, Hanya 7 diantaranya yang tidak ada satupun warganya yang mendukung Faida-Vian.

Adapun pasangan Faida, Vian mengaku memiliki kesamaan visi dan misi dengan sang petahana. "Sama-sama cinta dhuafa, anti korupsi dan melayani rakyat. Nanti saya akan masukkan program kewirausahaan dan kepemudaan untuk mengurangi pengangguran," ujar pengusaha konstruksi berusia 35 tahun ini.

Rekomendasi