Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memutuskan maju lewat jalur parpol dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Padahal relawan Teman Ahok mengklaim sudah mengumpulkan satu juta KTP agar Ahok bisa maju lewat jalur independen.Menanggapi keputusan Ahok, politikus Gerindra Habiburokhman menilai satu juta KTP sejak awal memang hal yang tidak ada alias isapan jempol. Dia pun menilai sikap Ahok menunjukkan dalam berpolitik yang terpenting bisa meraih kekuasaan, tak peduli lewat jalur apa."Seharusnya pilihan jalur pencalonan adalah pilihan yang ideologis. Pilih independen sah-sah saja kalau tidak percaya pada institusi parpol, sebaliknya pilih jalur parpol juga tidak masalah kalau percaya perjuangan politik harus dilakukan secara sitematis melalui parpol," kata Habib kepada merdeka.com, Kamis (28/7).Tak hanya itu, kata dia, inkonsistensi Ahok ini dapat menambah buruk citra politisi. Seharusnya, kata dia, dalam berpolitik tidak mencla mencle.
"Bulan Maret sudah putuskan independen dengan Heru, bulan Juni umumkan sudah terkumpul satu juta KTP, bulan Juli malah umumkan maju lewat jalur parpol," ucapnya.Dia juga menilai Teman Ahok juga sama inkonsistennya. Habib mengingatkan dengan istilah yang dilontarkan Teman Ahok soal pencalonan lewat independen yang mereka ibaratkan naik bus dan pencalonan lewat parpol diibaratkan naik mobil mewah."Waktu itu dengan bangganya mereka bilang lebih baik naik bus karena karena kalau naik mobil mewah mereka tidak bisa ikut. Sekarang setelah Ahok tinggalkan jalur independen mereka belagak lupa dengan pernyataan mereka sendiri," imbuhnya.