Meski sakit parah dan hanya bisa tidur di pembaringan, Yulianti (29), warga Jalan Banyu Urip Kidul VIII, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, masih nekat menjual sabu-sabu ke sejumlah pelanggannya. Rumahnya yang berukuran sekitar 3 x 4 meter di gang sempat itu pun digerebek anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, Senin (7/3). Alasan ibu dua anak itu nekat menjadi pengedar sabu karena butuh uang untuk biaya pengobatan dan menghidupi anak dan ibunya. Sebab Novi mengaku, suaminya pergi meninggalkannya dalam kondisi sakit gagal ginjal. "Saya sakit sudah satu tahun setengah, dan jual narkoba baru dua bulan. Saya butuh uang untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari, karena suami saya pergi," aku Yulianti usai digerebek polisi. Sementara Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Donny Aditiyawarman, mengakaui kalau pihaknya memang tidak menahan tersangka atas dasar kemanusiaan. "Meski terbukti, tersangka terpaksa tidak kita tahan. Karena kondisinya sakit parah. Tapi tetap dalam pengawasan. Untuk proses hukum, saya pastikan tetap akan berjalan," terang Donny di TKP. Dia melanjutkan, dari pengakuan tersangka, tujuh paket sabu-sabu miliknya itu, didapat dari seseorang, yang identitasnya sudah dikantongi polisi. "Barangnya dikirim seseorang ke rumah tersangka. Dengan berbekal HP (handphone), tersangka menjual sabu-sabu itu ke sejumlah pelanggannya dan diambil langsung ke rumahnya," tandasnya.
Yulianti ngaku jual sabu buat nafkahi anak & ibu meski sakit ginjal
Polisi pun akhirnya tak menangkap pelaku lantaran sakit yang dideritanya membuat lumpuh.
Halaman Berikutnya
Migrasi Sunyi dari Pesisir Sumut: Laut Memaksa Pergi, Kemiskinan Menahan Bertahan
Advertisement
Rekomendasi