Usai Kunjungi Warga Positif Covid-19, Wawali Surabaya Langsung Karantina Mandiri

WS sendiri berniat menyambangi beberapa warga pasca karantina itu dengan maksud untuk memberikan semangat sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Usai Kunjungi Warga Positif Covid-19, Wawali Surabaya Langsung Karantina Mandiri
Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana. ©2015 Merdeka.com/Moch. Andriansyah

Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, terpaksa harus melakukan karantina mandiri usai mengunjungi warga yang selesai menjalani karantina. Penyebabnya, warga yang sudah diperbolehkan pulang ke rumah itu, ternyata masih dinyatakan positif terpapar corona atau covid-19.

Kasus ini sendiri bermula saat politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa WS ini mendapat kabar pemulangan 15 warga Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya ke rumahnya usai menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng, Surabaya, Sabtu pekan lalu.

WS sendiri berniat menyambangi beberapa warga pasca karantina itu dengan maksud untuk memberikan semangat sekaligus ingin mendengar pengalaman selama menjalani karantina.

Saat itu, banyak warga karantina mengeluh dan melaporkan tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut hingga vitamin dan makanan membuat raut muka orang nomor dua di Pemkot Surabaya ini terkejut.

"Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan," terangnya, Rabu (3/6).

Rasa terkejut WS tidak sampai di situ. Sebab, dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, ternyata diralat oleh pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungannya. Lima diantara warga tersebut kembali dinyatakan positif.

"Iya ini saya akan melaporkan kepada Bu Wali. Kenapa Dinkes bisa kecolongan. Memulangkan warganya yang masih berstatus positif," katanya.

WS menyatakan laporan temuan di lapangan menyoal fasilitas pendampingan tenaga medis, maupun data yang diralat sudah disampaikan via telpon kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Alumnus ITS Surabaya ini memgaku, dirinya sekaligus meminta izin kepada Risma untuk menjalani karantina mandiri. "Iya sekaligus (Meminta izin). Saya juga akan menyampaikan kepada Bu Wali agar berhati-hati dan menjaga kesehatan," terang WS.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menyatakan, dirinya akan menjalani karantina mandiri. "Insyallah tidak ada apa-apa. Karantina itu hal biasa. Ini risiko ketika turun menguatkan warga di perkampungan. Mendengar apa perkembangan maupun kekurangan kami di Pemerintah Kota. Mohon doanya," terang WS.

Whisnu, saat ini diketahui harus menjalani karantina mandiri karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah mengunjungi warga Kedung Turi.

Rekomendasi